Feeds:
Posts
Comments

Islam adalah anugerah yang tinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran umat manusia.

Sosok Kareem Abdul Jabbar diakui banyak pemain basket sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa. Shooting, Slam dunk, rebound, block , maupun aksi lainnya, sangat memukau. Tak jarang, lawannya dibuat kesulitan untuk membendung agresivitas pemain bertinggi badan 2,18 meter ini.

Dengan dukungan postur tubuhnya yang sangat tinggi, Kareem Abdul Jabbar sering kali melakukan aksi yang brilian. Lompatannya sering mengundang kagum para penonton maupun tim lawan. Atas aksi dan kesuksesannya membawa klubnya meraih tangga juara, Kareem Abdul Jabbar pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi liga bola basket Amerika Serikat (NBA Most Valuable Player ). Predikat itu diraihnya sebanyak enam kali.

Selama bermain di ajang NBA, ia berhasil membukukan rekor sebagai pencetak angka tertinggi sepanjang masa dengan 38.387 poin. Karenanya, ia mendapat julukan ‘Raja Bola Basket’. Dan berkat prestasinya ini, 19 kali ia terpilih untuk memperkuat tim NBA All-Star.

Karier pria kelahiran New York City, 16 April 1947, di ajang bola basket Amerika dimulai ketika bermain untuk tim bola basket kampus, Universitas California, Los Angeles (UCLA). Aksi-aksinya di tim UCLA, mendapat perhatian serius para pelatih basket Amerika Serikat saat itu.

Dan tahun 1969, ia mendapat tawaran bermain di level kompetisi basket tertinggi di Amerika Serikat (NBA) dengan bergabung bersama klub Milwaukee Bucks. Di klub barunya ini, ia turut memberi andil besar dengan merebut juara NBA tahun 1970-1971.

Pada 1975, ia bergabung dengan tim basket asal Kota Los Angeles, LA Lakers. Di klub inilah karier Kareem makin melesat. Ia berhasil membawa La Lakers merebut sejumlah gelar juara untuk klubnya. Di samping itu, ia juga berhasil merebut gelar pribadi, yakni sebagai pemain terbaik NBA. Di klub ini, ia bermain sejak 1975-1989.

Masuk Islam
Atas aksi-aksinya yang hebat itu, Kareem menjadi salah satu pemain andalan NBA All-Star dan Amerika Serikat dalam ajang Olimpiade. Ia juga menjadi pemain kebanggaan negeri Paman Sam tersebut. Tak hanya itu, ia juga merupakan pemain kebanggaan umat Islam di seluruh dunia.

Ya, pemain bernama lengkap Ferdinand Lewis Alcindor Junior (Jr) ini, adalah salah seorang atlet NBA pemeluk Islam. Ia mendeklarasikan diri sebagai seorang Muslim pada saat kariernya tengah menanjak.

Saat itu, seusai mempersembahkan gelar juara NBA untuk Milwaukee Bucks tahun 1971, dan pada saat yang sama merebut gelar pemain terbaik ( Most Valuable Player , MPV) dan ‘Rookie of the Year’ (Pendatang baru terbaik) di Liga NBA, Kareem menyatakan diri memeluk Islam. Perpindahan kepercayaan dari Katolik menjadi Muslim ini, dirasakannya sebagai sebuah lompatan tertinggi selama hidupnya.

Ayahnya, Ferdinand Lewis Alcindor Sr, dan ibunya, Cora Lilian, adalah seorang pemeluk Katolik. Karenanya, sejak kecil ia mendapatkan pendidikan di sekolah Katolik. Oleh kedua orang tuanya, ia dimasukkan ke Saint Jude School. Ketika duduk di bangku SMA, ia berhasil membawa tim basket sekolahnya menjuarai New York City Catholic Championship.

Perkenalan Kareem dengan ajaran Islam terjadi lewat salah seorang temannya yang bernama Hamaas Abdul Khaalis. Ia mengenal Hamaas melalui ayahnya. Seperti halnya sang ayah yang seorang musisi jazz, Hamaas juga pernah mengeluti musik jazz. Dia adalah mantan drumer jazz. Dari Hamaas inilah, kemudian Kareem belajar banyak mengenai Islam. Ia juga sempat berkenalan dengan Muhammad Ali (Cassius Clay) yang sudah menjadi Muslim.

Nama budak
Setelah banyak belajar Islam dari Hamaas, tekadnya untuk memeluk Islam pun semakin bulat. Atas ajakan Hamaas, ia kemudian mendatangi sebuah pusat kebudayaan Afrika di Harlem, di mana kaum Muslimin menempati lantai lima gedung itu. ”Saya pergi ke sana dengan mengenakan jubah Afrika yang berwarna-warni,” terangnya.

Kepada seorang pemuda yang ditemuinya di pusat kebudayaan Afrika ini, ia mengutarakan niatnya untuk menjadi seorang Muslim. Di hadapan mereka, ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika pertama kali mengucapkan kalimat syahadat, mereka memanggilnya dengan Abdul Kareem.

Namun, Hamaas berkata, ”Anda lebih tepat sebagai Abdul-Jabbar.” Sejak saat itu, bertepatan dengan tanggal 1 Mei 1971 atau sehari setelah Milwaukee Bucks memenangi kejuaraan NBA, ia memutuskan untuk mengganti namanya dari Ferdinand Lewis Alcindor Jr menjadi Kareem Abdul-Jabbar. Keputusan untuk mengganti nama tersebut, menurut Kareem, juga didorong keinginan untuk menguatkan identitasnya sebagai orang Afro-Amerika dan sebagai seorang Muslim.

”Saya tidak akan menggunakan nama Alcindor. Secara literal itu adalah nama budak. Ada seorang laki-laki bernama Alcindor yang membawa keluarga saya dari Afrika Barat ke kepulauan Dominika. Dari sana mereka pergi ke kepulauan Trinidad, sebagai budak, dan mereka mempertahankan namanya. Mereka adalah budak-budak Alcindor. Jadi, Alcindor adalah nama penyalur budak. Ayah saya melacak hal ini di tempat penyimpanan arsip,” terangnya.

Sebagai anak satu-satunya, keputusan Kareem untuk memeluk Islam sempat membuat khawatir kedua orang tuanya. Namun, kekhawatiran tersebut berhasil ia tepis. ”Mereka tahu saya bersungguh-sungguh. Saya pindah agama bukan untuk ketenaran. Saya sudah menjadi diri saya sendiri, dan melakukan itu dengan cara saya sendiri, apa pun konsekuensinya.”

Baginya, Islam adalah anugerah dan hidayah Allah yang tertinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran bagi umat manusia.

Rajin Belajar

Di sela-sela kesibukannya bermain basket, Kareem masih sempat meluangkan waktu untuk mendalami Islam. ”Saya beralih ke sumber segala ilmu. Saya mempelajari bahasa Arab. Saya mulai membaca Alquran dalam bahasa Arab. Saya dapat menerjemahkannya dengan bantuan kamus. Untuk menerjemahkan tiga kalimat saya membutuhkan waktu 10 jam, tetapi saya memahami apa yang dimaksudkan secara gramatikal,” ujarnya.

Namun, diakui dia, cukup sulit baginya untuk bisa menunaikan kewajiban shalat lima kali setiap hari. Kesulitan untuk menjalankan shalat lima waktu ini, terutama dirasakan ketika ia sedang bermain. ”Saya terlalu capai untuk bangun melakukan shalat Subuh. Saya harus bermain basket pada waktu Maghrib dan Isya. Saya akan tertidur sepanjang siang di mana saya seharusnya melakukan shalat Zuhur. Begitulah, saya tidak pernah bisa menegakkan disiplin itu,” paparnya.

Begitu juga tatkala bulan Ramadhan tiba. Aktivitasnya yang cukup padat di lapangan, terkadang memaksanya untuk membatalkan puasa. Untuk membayar utang puasanya ini, Kareem selalu mengeluarkan fidyah.

”Karena saya tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan, saya selalu memberi makan sebuah keluarga. Saya memberi sedekah. Saya memberi uang kepada rekan sesama Muslim dan mengatakan kepadanya untuk apa uang itu.” Pada 1973, Kareem mengunjungi Makkah, dan menunaikan ibadah haji.

Pada 28 Juni 1989, setelah 20 tahun menjalani karier profesionalnya, Kareem memutuskan untuk berhenti dari ajang NBA. Sejak berhenti bermain, menurut Kareem, dirinya menjadi semakin baik dan dapat menjalankan semua kewajibannya sebagai seorang Muslim.

”Saya rasa saya harus beradaptasi untuk hidup di Amerika. Yang dapat saya harapkan hanyalah semoga pada Hari Akhir nanti Allah rida atas apa yang telah saya lakukan,” tukasnya.

Antara Akting, Menulis, dan Melatih

Setelah pensiun bermain basket, berbagai tawaran datang kepadanya. Namun, bukan tawaran untuk melatih sebuah tim bola basket, melainkan tawaran untuk beradu akting di depan kamera. Dunia akting sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi seorang Kareem Abdul-Jabbar. Ketika masih memperkuat LA Lakers, ia pernah bermain di film Game of Death yang dirilis tahun 1978. Di film laga ini, ia harus beradu akting dengan Bruce Lee. Tawaran untuk bermain kedua kalinya di film layar lebar datang di tahun 1980. Saat itu ia harus memerankan tokoh kopilot Roger Murdock dalam film komedi Airplane! .

Penampilan Kareem di layar televisi dan film tidak berhenti sampai di situ. Ia tercatat pernah bermain di sejumlah serial televisi di Amerika Serikat. Di antaranya adalah serial komedi situasi Full House, Living Single, Amin, Everybody Loves Raymond, Martin, Different Strokes, The Fresh Prince of Bel-Air, Scrubs , dan Emergency! . Dia juga muncul di film televisi Stepen King’s The Stand dan Slam Dunk Ernest . Di serial Full House , ia harus beradu akting dengan anaknya sendiri, Adam.

Pada 1994, Kareem juga menjajal peruntungannya di balik layar dengan menjadi co-producer eksekutif dari film televisi The Vernon Johns Story . Kemudian pada 2006, ia tampil dalam acara The Colbert Report . Pada 2008 ia berperan sebagai seorang manajer panggung dalam Nazi Gold .

Di luar dunia akting, ternyata ayah dari Habiba, Sultana, Kareem Jr, Amir, dan Adam ini memiliki bakat yang lain, yakni dalam bidang tulis menulis. Selain dikenal sebagai pemain basket dan bintang film, Kareem juga dikenal sebagai seorang penulis buku. Ia sudah menulis sedikitnya tujuh buku yang kesemuanya best seller .

Buku-buku hasil karyanya, antara lain Giant Steps yang ditulisnya bersama Peter Knobler (1987), Kareem (1990), Selected from Giant Steps (1999), Black Profiles in Courage: A Legacy of African-American Achievement yang ditulisnya bersama Alan Steinberg (1996), A Season on the Reservation: My Sojourn with the White Mountain Apaches yang ditulisnya bersama Stephen Singular (2000), Brothers in Arms: The Epic Story of the 761st Tank Battalion dan WWII’s Forgotten Heroes yang ditulisnya bersama Anthony Walton (2005), dan On the Shoulders of Giants: My Journey Through the Harlem Renaissance yang ditulisnya bersama Raymond Obstfeld (2007).

Kendati demikian, olahraga basket tidak bisa dipisahkan dari diri Kareem. Salah satu keinginan terbesarnya saat ini adalah bisa melatih salah satu klub NBA. Setelah memutuskan berhenti bermain, posisi tertinggi Kareem hanya sebagai asisten pelatih sejumlah klub NBA. Los Angeles Clippers dan Seattle SuperSonics menggunakan jasanya untuk melatih center muda Michael Olowokandi dan Jerome James.

Pada 2005, ia kembali ke Lakers sebagai asisten khusus pelatih kepala Phil Jackson. Tugasnya mengasah kemampuan center muda Lakers, Andrew Bynum. Ia dinilai berhasil dengan semakin meningkatnya performa Bynum. Musim lalu, Kareem berjasa mengantarkan Lakers juara NBA dengan kontribusi 14 poin dan delapan rebound per game .

Ia juga pernah menjadi pelatih kepala, tapi hanya di tim sekelas Oklahoma Storm. Tim ini bermain di United States Basketball League pada 2002, sebuah liga kelas bawah tempat para pemain mengasah kemampuan sebelum berkiprah di NBA atau liga-liga lain. dia/sya/taq

Biodata :

Nama Asli : Ferdinand Lewis Alcindor Jr
Nama Muslim : Kareem Abdul Jabbar
Masuk Islam : 1971
Lahir : New York City, 16 April 1947
Orang Tua : Ferdinand Lewis Alcindor Sr dan Cora Lilian
Klub Pertama : Tim Basket UCLA

Klub Profesional :
- Milwaukee Bucks (1969-1975)
- LA Lakers (1975-1989)

Penghargaan:
- Enam kali NBA MPV (1971-1972, 1974, 1976-1977, 1980)
- 19 kali menjadi tim NBA All Star (1970-1977 dan 1979-1989).
- Dua kali Finalis NBA MPV (1971, 1985)
- 10 kali All-NBA Team (1971-1973, 1974, 1976-1977, 1980-1981, 1984, 1986).
- Lima kali All-NBA Second Team (1970, 1978-1979, 1983, 1985).
- Lima kali NBA All-Defensive First Team (1974-1975, 1979-1981)
- Enam kali NBA All-Defensive Second Team (1970-1971, 1976-1978, 1984).
- NBA Rookie of The Year (1970)
- NBA All-Rookie Team (1970); dan banyak lagi

Prestasi :
- Juara NBA (1971) bersama Milwaukee Bucks
- Juara NBA (1980, 1982, 1985, 1987, 1988) bersama LA Lakers

Dahlan Iskan: Perbaikan Gardu Listrik nan Lama
JAKARTA lagi heboh listrik byar-pet gara-gara gardu Cawang terbakar. Mengapa PLN perlu punya gardu yang kalau terbakar bisa membuat listrik satu kawasan mati? Mengapa juga bisa terbakar? Mengapa memperbaikinya begitu lama?

Pembangkit listrik yang besar-besar itu umumnya memang jauh dari kota. Karena itu, untuk mengalirkan listrik dari pembangkit ke kota-kota yang jauh tersebut diperlukan ”jalan tol” yang disebut kabel bertegangan supertinggi. Tidak cukup dengan ”jalan kampung” berupa kabel bertegangan 20 kV (seperti kabel yang digunakan di atas atap rumah Anda).

Kalau kabel 20 kV itu yang digunakan, listriknya akan habis menguap di tengah jalan. Pengiriman listrik 1.000 watt barangkali setiba di rumah Anda tinggal 600 watt saja. Karena itu, diperlukan kabel bertegangan tinggi. Lebih baik lagi yang supertinggi. Agar sejumlah listrik yang dibangkitkan bisa sampai ke kota-kota tujuan dalam jumlah yang relatif masih utuh.

Di Indonesia, baru jaringan Jawa- Bali yang menggunakan kabel bertegangan supertinggi itu. Yaitu kabel dengan tegangan 500 kV. Amerika Serikat menggunakan kabel bertegangan 600 kV. Di Tiongkok sama dengan kita, 500 kV. Hanya, di semua GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi)-nya memiliki trafo cadangan yang sudah terpasang. Kebetulan sejak tahun 2002 saya rajin ke Tiongkok untuk mempelajari kelistrikan di sana. Berpuluh-puluh pembangkit di berbagai wilayah di Tiongkok saya kunjungi. Bahkan, tiga kali ke pembangkit tenaga air terbesar di dunia di Bendungan Sungai Yang Tze itu. Saya juga pernah ke Gurun Ghobi di dekat Ningxia untuk melihat “hutan” pembangkit listrik tenaga angin.

Di Indonesia, satu-satunya wilayah yang menggunakan tegangan 600 kV adalah justru di Timika. Tapi, ini memang “milik Amerika” juga karena khusus dipakai oleh Freeport. Yakni untuk mengalirkan listrik dari pembangkitnya yang di pinggir laut dekat kota Timika itu ke tambang emas di puncak gunung sejauh 60 km. Sedangkan di wilayah luar Jawa, umumnya hanya menggunakan tegangan 150 kV, bahkan ada yang masih menggunakan tegangan 70 kV.

Karena kabel listrik di rumah Anda hanya bertegangan 20 kV, maka listrik yang “diangkut” dengan kabel 500 kV tersebut perlu disesuaikan. Listrik itu begitu mendekati kota harus diubah dulu menjadi tegangan lebih rendah. Harus secara bertahap. Tidak bisa dari 500 kV langsung ke 20 kV. Dari 500 kV ke 150 kV dulu. Untuk memproses perubahan tegangan inilah, diperlukan gardu. Namanya Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi alias GITET. Lalu, diubah lagi dari 150 kV menjadi 20 kV di gardu lebih kecil yang disebut gardu induk (GI).

Gardu di Cawang Jakarta yang terbakar dan membuat Jakarta heboh sekarang ini adalah GITET sekaligus GI. Lantaran konsumen yang dilayani oleh GITET Cawang itu sangat besar, maka di dalam GITET Cawang itu juga harus besar. Di dalam GITET Cawang tidak cukup hanya berisi satu trafo. Harus dua trafo. Kalau satu, tidak cukup. Dua saja sudah hampir tidak cukup sehingga, sebenarnya, sudah waktunya ditambah satu lagi. Nah, dari dua trafo yang sudah hampir tidak cukup itulah, salah satunya terbakar. Sebagian wilayah Jakarta harus padam. Heboh.

Tapi, mengapa memperbaikinya perlu waktu lebih dari satu bulan? Membuat kehebohan di Jakarta tidak segera reda? Mengapa orang Jakarta tidak sesabar orang-orang di luar Jawa yang listriknya sudah bertahun-tahun mati terus? Mengapa di luar Jawa tidak heboh? (Yang luar Jawa ini sebenarnya heboh juga. Tapi, karena letaknya jauh dari Jakarta, maka hebohnya tidak sampai ke telinga pusat kekuasaan. Seperti menguap ditelan gelombang laut Jawa).

Kalau saja di Cawang itu ada trafo cadangan, sebenarnya langsung sudah bisa diatasi. Masalahnya, Cawang tidak punya trafo cadangan. Jangankan cadangan, yang ada itu saja sudah ‘’senin-kemis”. Posisinya sudah rawan karena tingkat pemakaiannya sudah di atas 90 persen semua. Bukan hanya Cawang, seluruh GITET di Indonesia tidak lagi memiliki cadangan! Semua cadangan sudah dipakai. Padahal, di sekitar Jakarta saja terdapat sekitar 12 GITET yang keadaannya semuanya kurang lebih sama gawatnya.

Untung, sebelum ini, Surabaya masih punya satu trafo cadangan. Letaknya di GITET Krian, sekitar 25 km dari Surabaya. Cadangan inilah yang harus dibongkar untuk dikirimkan ke Cawang.

Kelihatannya simpel: bongkar, kirim, lalu pasang. Pelaksanaannya tidak semudah itu.

Satu trafo itu beratnya 160 ton! Membongkarnya saja memerlukan waktu enam hari. Trafo cadangan tersebut memang dalam keadaan sudah terpasang di GITET. Bukan di gudang. Untuk mengirimkannya ke Cawang, diperlukan waktu sangat lama. Karena beratnya 160 ton, tidak banyak jembatan yang kuat dilalui. Padahal, ada berapa ratus jembatan seperti itu antara Krian sampai Bekasi?

Karena itu, pengirimannya pun harus melalui laut. Dari Krian harus diangkut ke Pelabuhan Tanjung Perak dulu. Jarak yang hanya 25 km itu harus ditempuh dalam waktu 12 jam! Panjang kendaraan yang digunakan untuk mengangkutnya pun hampir 200 meter. Bayangkan kalau barang sebesar itu harus jalan darat dari Surabaya ke Jakarta. Bisa tiga bulan baru sampai. Berapa juta pengguna jalan yang menyumpah-nyumpah karena kemacetan yang dibuatnya.

Jalan laut satu-satunya pilihan. Apalagi, ketika diangkut, barang tersebut tidak boleh terlalu miring ke kanan atau ke muka. Tidak mungkin boleh melewati tanjakan gunung di dekat Batang (Jateng) itu.

Ada problem berat lainnya yang sulit diatasi. Posisi oli yang ada di dalam trafo tersebut tidak boleh goyang. Jangan kaget! Di dalam satu trafo itu terdapat 200 drum oli! Ketika trafo diangkut, oli tersebut memang bisa dikurangi agar berat trafonya berkurang. Tapi, tidak boleh dikurangi banyak-banyak. Tidak boleh sampai batas peralatan yang seumur hidupnya harus tenggelam di dalam oli itu. Oli hanya boleh dikurangi sedikit. Dan yang disebut sedikit itu adalah 40 ton! Ruang kosong akibat pengurangan oli itu pun harus diisi nitrogen.

Tanpa oli itu, peralatan di dalamnya akan terbakar. Oli inilah yang dalam keadaan trafo dipakai harus selalu dikontrol. Kalau warna olinya sudah pink, berarti sudah waktunya ada perawatan. Harus ada upaya tertentu untuk menjaga oli agar tetap berwarna kebiru-biruan. Perawatan memang titik sentral yang penting untuk menjaga gardu tetap sehat. Kalau warna yang sudah pink itu dibiarkan, fungsi oli yang semula menjadi isolator dan pendingin akan berubah 360 derajat, justru menjadi penyulut kebakaran.

Sebagai orang luar, saya tidak tahu apakah soal perawatan itu yang menyebabkan gardu Cawang terbakar. Atau karena seringnya ada gangguan sehingga gulungan-gulungan benda yang ada di dalamnya melonggar pelan-pelan, lalu terjadilah hubungan perselingkuhan pendek. Atau penyebab yang lain lagi. Misalnya, gempa bumi. Kalaupun yang terakhir itu penyebabnya, masih ada pertanyaan susulan: mengapa GITET lainnya tidak terganggu?

Biarlah PLN yang menjawab itu.

Yang jelas, dalam posisi trafo di semua GITET sudah mendekati batas maksimum, sebaiknya PLN memang punya trafo cadangan. Tidak perlu yang paling ideal dulu, di mana setiap GITET punya satu cadangan yang sudah terpasang. Itu akan sangat mahal. Satu trafo harganya bisa USD 20 juta atau sekitar Rp 200 miliar. PLN yang dalam keadaan rugi dan menerima subsidi sekitar Rp 60 triliun per tahun belum waktunya seideal itu.

Cukup dulu kalau trafo cadangan tersebut dua saja. Tidak perlu dalam keadaan terpasang agar bisa dimobilisasi dengan cepat. Satu taruh di Jakarta dan satu di Surabaya. Kalau ada trafo yang terbakar lagi, cadangan itulah yang dimobilisasi.

Trafo cadangan ini satu keniscayaan. Kalaupun benar-benar belum punya uang, belilah dari Tiongkok. Lebih murah. Tinggalkan cara berpikir orang kaya yang manja. Jangan maunya terus-menerus beli “Mercy”, sementara kemampuannya hanya beli Kijang. Cara berpikir itulah yang sudah terlalu lama memanjakan PLN. Ini gara-gara di masa lalu (Orba) PLN selalu dapat fasilitas enak pinjaman luar negeri. Yakni pinjaman yang wujudnya harus berupa barang yang kelasnya kelas Mercy. Kian mahal barangnya kian menyenangkan rupanya -baik bagi yang meminjami maupun yang dipinjami.

Mental itu harus berubah. Mengapa beli Mercy 10 kalau uangnya cukup untuk beli Kijang 100? Bukankah fungsinya sama? Memang analogi ini tidak sepenuhnya benar. Tidak ada trafo kelas Kijang di dunia ini. Tapi, ada kelas Camry atau Renault. Apalagi hanya untuk cadangan. Kalaupun uang juga belum cukup untuk beli Camry, kalau perlu belilah “Camry” bekas. Jangan rakyat jadi korban “mental orang kaya”.

Yang penting, trafo cadangan itu cukup untuk digunakan enam bulan. Sekadar untuk menunggu yang asli diperbaiki. Kalau masih bisa diperbaiki. Memperbaiki sebuah trafo sebesar itu perlu waktu empat bulan. Dalam kasus tertentu, biaya memperbaikinya bisa 40 persen dari biaya beli baru. Tapi, ini satu keniscayaan.

Masih banyak hal yang lebih mendasar, yang lebih hebat, yang harus berubah di PLN. Apa saja? Tidak hari ini. Tulisan ini sudah terlalu panjang. (*)

depan1Tanggal 28 september hari senin, awal dimulainya Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) gelombang ke 6 yang bertempat di Kota Tuban Jawa Timur, tepartnya di MAN. Tuban Jl. Cokroaminoto. Pelatihan ini dikhusukan buat para guru yang belum lolos portofolio sertifikasi guru, diantara peserta pelatihan ada guru mata pelajaran TIK, dimana dalam pelatihan ini dibagi dalam beberapa kelas, ini dikarenakan banyaknya peserta yang mengikuti dan untuk memudahkan para guru untuk menyampaikan materi pelajaran selama pelatihan.

Kelas TIK dibagi kedalam beberapa kelas yakni kelas A, kelas B sampai kelas D, dan satu kelas terdiri dari 3 kelompok yang tiap kelompok 10 orang, pelatihan ini selama 9 hari di mulai dengan pembukaan dan penutupan pada hari selasa.

Pelatihan ini banyak sekali yang di ajarkan dan sangat penting sekali untuk perkembangan pengajaran dan untuk guru itu sendiri.

Pelatihan ini banyak sekali materi-materi baru yang sangat bermanfaat sekali bagi guru, diantaranya bagaimana cara membuat PTK dan RPP yang benar, pelatihan ini akan selesai pada hari selasa tanggal 6 Oktober 2009.

SElAMAT IDUL FITRI 1430

Eid Mubarak! Mohon ma’af lahir-batin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum. Kullu ‘aam wa antum bikhair.

Lebarante

by : Heru Susetyo

(Writer’s note : cerpen ini pernah dimuat di majalah Annida tahun 2008, saya re-posting di FB sebagai kontribusi bagi hubungan Indonesia Malaysia, secara khusus bagi teman-teman Indonesia dan Malaysia saya di Facebook -HS)

I hate Indon !
Malingsia !
I hate Indon !
Malingsia !
I hate Indon!
Malingsia !

Demikianlah Agung dan Rashid saling bertukar sapa apabila berpapasan di kampus Thammasat University, Phra Chan, Bangkok. Agung adalah mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa pemerintah Thailand untuk studi Master bidang Thai Studies. Rashid adalah juga penerima beasiswa yang sama, namun ia berasal dari Johor, Malaysia. Agung dan Rashid bak pinang dibelah dua. Ibarat kembar tidak identik. Ibarat Thompson dan Thomson dalam komik Tintin.

Hidup di Bangkok, dimana sangat sedikit menemukan manusia berbahasa Melayu membuat mereka cepat akrab. Selalu pergi berdua kemana-mana Apabila mereka berbeda jenis kelamin, mungkin sudah terjadi cinta lokasi.

Tapi itu dulu. Sebelum pelatih karate Indonesia digebuki di Selangor, Malaysia. Sebelum Rasa Sayange dijadikan lagu pariwisata Malaysia. Sebelum Malaysia menerima muntahan asap dari Sumatera dan Kalimantan. Sebelum TKI tak terdaftar membanjiri dan menyulitkan pemerintah Malaysia.

Kini, Agung memandang Rashid bak maling. Dan Rashid memandang Agung bak TKI tak terdaftar yang disebut pendatang haram di Malaysia. Diperburuk lagi dengan lahirnya situs internet www.ihateindon. com dan www.malingsia. com yang tak jelas siapa webmaster-nya.

Yang lebih jelas adalah Agung terprovokasi. Ia tak suka disebut `Indon` yang konon berkonotasi budak. ”Panggil aku orang Indonesia, jangan disingkat jadi `Indo` atau `Indon`.” ujar Agus penuh emosi. Rashid juga terprovokasi. ”Janganlah awak sebut saya punya negeri Malingsia. Itu adalah bahagian daripada jinayah. Penghinaan,” tutur Rashid dalam logat Johor yang lumayan kental.

Maka `perceraian` pun terjadi. Agung dan Rashid `pisah ranjang.` Tak melalui masa iddah. Langsung talak tiga. Tak ada lagi agenda jalan-jalan ke Mahboonkrong dan pasar Chatuchak di Sabtu siang. Tak ada lagi Shalat Jum`at bersama di Soi 7 Petchburi road. Tak ada lagi jogging bersama di Suan Lumpini setiap Ahad pagi dan bersepeda ria di Suan Rot Fai. Tak ada lagi agenda ber-badminton ria di KBRI Petchburi Road dan bertennis ria di Malaysian Embassy Sathorn Tai road. Pusat Perdagangan IT dan Computer di Panthip Plaza, juga kehilangan mereka. Karena mereka emoh menginjak surga penikmat komputer ini apabila datang berduaan.

(Kampus Thammasat University, Phra Chan Bangkok)
”Para mahasiswa sekalian. Saya ada kabar gembira. Sebagai bagian dari kuliah kita, saya menugaskan anda untuk mengikuti simposium kebudayaan di beberapa negara Asia. Ini adalah momentum terbaik untuk komunikasi antar budaya setelah anda belajar budaya Thai selama dua semester,” ujar Ajarn Surichai pada saat awal kuliah. “Ada beberapa universitas yang mengadakan simposium pada waktu yang sama, yaitu Kyoto di Jepang, Shanghai di China, Kaohsiung di Taiwan, Dubai di Emirat Arab, Istanbul di Turki, Bandung di Indonesia dan Penang di Malaysia. Kalian akan berangkat dengan biaya universitas. Biaya transportasi, akomodasi, termasuk perdiem semua ditanggung universitas, ” lanjut Ajarn Surichai lagi. ”Puji Tuhan,” ujar Anita Chan, mahasiswa Singapura. ”Alhamdulillah ujar Rashid.” ”Mantap, jalan-jalan euy !” teriak Agung pelan.

Belum lagi Ajarn Surichai menuntaskan informasinya. Agung sudah menginterupsi.
”Ajarn, saya pilih ke Kyoto. Saya ingin melihat ibukota tua Jepang itu di musim gugur. Pasti cantik dengan banyaknya pohon yang memerah.”
Rashid tak mau kalah. ”Ajarn Surichai, please kirim saya ke Istanbul. Saya ingin menikmati Masjid Hagia Sophia dan warisan budaya Islam abad pertengahan di Bumi Eropa.
” ”Ajarn Surichai, saya pilih Dubai, kendati Emirat Arab adalah negeri Islam, namun Dubai adalah kota termaju di dunia saat ini. Saya ingin menikmati gedung tertinggi di dunia, Burj Al Dubai. Pasti asyik memandang jazirah Arab dari ketinggian 800 meter,” tutur Anita Chan polos.

”Tidak. Saya yang memutuskan. Bukan kalian. Dan saya sudah memutuskan. Michiko-san, karena anda orang Jepang anda saya kirim ke Shanghai. Anita Chan, karena anda keturunan Tionghoa, anda saya kirim ke Kaohsiung, Taiwan. So Young Park, karena kamu orang Korea Selatan, kamu saya kirim ke Kyoto, Jepang. Hussein, karena kamu dari Yordania, kamu saya kirim ke Istanbul. Naufal karena asli Yaman silakan pergi ke Dubai, Emirat Arab. Dan anda berdua, wahai warga Melayu, karena bahasa dan kultur anda nyaris sama silakan saling bertukar tempat. Agung, kamu pergi ke Penang Malaysia. Dan kamu, Rashid, pergi simposium ke Bandung,” Ajarn Surichai menjelaskan dengan tenang.

Gubrak!!! Agung seperti tertimpa meteor dari Jupiter. ”Tapi Ajarn, saya tak ingin ke Malaysia,” protes Agung. ”Ajarn, saya juga emoh ke Indonesia,” protes Rashid. Keduanya lalu saling bertukar pandangan sinis. ”huh!” sungut Agung kepada Rashid. ”Yikes!” balas Rashid kepada Agung sambil melotot.
”Tidak, Agung dan Rashid. Saya sudah memutuskan. Silakan kemasi barang kalian dan siap berangkat pekan depan. Hubungi Khun Waraporn di kantor International Students untuk arrangement ticket dan akomodasi,” jawab Ajarn Surichai santai.
”I hate Indon!” sungut Rashid kepada Agung.
”Malingsia!” balas Agung tak mau kalah.

(Bandara Bayan Lepas, Penang)
Dengan langkah gagah, sedikit arogan malah, Agung siap memasuki counter imigrasi airport Bayan Lepas, Penang. Ia mengenakan dasi dan jas. Sangat resmi. Entah terpengaruh cerita darimana. Ia sangat khawatir dianggap TKI. ”Apa pekerjaan Encik?” tanya petugas imigrasi ramah. ”I am an assistant professor in Indonesia, currently pursuing Master degree in Thailand.” Agung menjawab dalam bahasa Inggris. Sengaja, biar dianggap intelek dan tidak disamakan dengan TKI, ujar Agung dalam hati. Tapi sejatinya ia bukan asisten professor, mana ada asisten profesor masih bergelar S1? ”Nak berapa lama Encik Agung duduk di Malaysia, untuk tujuan apa, sila dikemukakan ?” tanya sang petugas lagi. ”Cik, this is actually not your business to ask me such questions, anyway, let me tell you that I am an honorable guest to give speech at Universiti Sains Malaysia’s workshop tomorrow.” Jawab Agung sombong. Dan juga bohong. Ia bukan pembicara kok. Hanya partisipan biasa. Sang petugas hanya tersenyum simpul. “Oke Cik, ini paspor anda. Sebagai ASEAN citizen encik boleh duduk di Malaysia untuk tiga puluh hari mulai tarikh sekarang.” Agung tersenyum menang. Berlalu dengan angkuh. Tanpa berterima kasih pula. Rasain lu, ujarnya dalam hati.

(Bandara Husen Sastranegara, Bandung)
Rashid turun dari pesawat Airbus A320 Air Asia. Penuh dengan kebanggaan ia menaiki maskapai pelopor low cost carrier milik Malaysia ini. Rasain kamu Agung, katanya dalam hati. Kamu ke Penang dengan Air Asia. Aku juga ke Bandung dengan Air Asia. Keduanya pesawat Malaysia. Mana ada pesawat Indonesia terbang ke luar negeri. Mendarat di Eropa saja dilarang.
Setelah satu kali transit di Kuala Lumpur, ia melanjutkan dengan direct flight menuju Bandung. Kesan pertamanya mendarat di Bandung adalah…berantakan. Bandara kok di tengah kota. Kotor. Hmmm, mereka harus melihat KL International Airport yang super megah dan Kota baru Putrajaya yang sangat multimedia-equipped , ujar Rashid dalam hati.
“Apa pekerjaan Bapak dan untuk keperluan apa ke Bandung?” tanya petugas imigrasi ramah. Ia menggunakan bahasa Indonesia karena paham orang di depannya adalah warganegara Malaysia. Sebenarnya Rashid ingin menjawab dalam bahasa Indonesia. Namun ia ingin meyakinkan orang di depannya bahwa ia warga negara terhormat negeri tetangga. “ I am an assistant professor. I was invited to give speech at a workshop organized by Padjajaran University,” Rashid menjawab dalam bahasa Inggris. Tentu saja bohong. Kata siapa ia asisten professor. Memang di Universiti Teknologi Malaysia Skudai-Johor, ia sudah tercantum sebagai calon asisten magang. Masih magang sebagai calon asisten. Bukan Asisten Professor.
”Oh, welcome to Bandung Encik. Here is your passport,” lanjut petugas imigrasi lagi. “Thank you!” jawab Rashid penuh kemenangan. Sebenarnya ia bisa saja menjawab `terima kasih`, namun egonya menahannya untuk mengucapkan kalimat tersebut.

(Di dalam Taksi Menuju USM Penang)
“Friend, please take me to USM!” ujar Agung kepada supir taksi yang menunggu di luar Bandara Bayan Lepas. Tetap menggunakan bahasa Inggris. Biar terkesan intelek. “Oh sila Bang, nak conference –kah?” supir taksi menjawab dalam bahasa Melayu. Tahu bahwa tampang penumpangnya ini tampang Melayu. “Yes I am an honorable professor from Indonesia. I am here to give speech at USM,” jawab Agung lagi. Tetap sombong. Dan tetap bohong. “Ah, seronok sekali Encik. Saya keturunan daripada Cina, tapi saya punya famili di Jakarta, Semarang, dan Surabaya,” ujar sang supir tanpa ditanya. Emang gua pikirin, jawab Agung dalam hati.

Belum lama beranjak dari Bayan Lepas Agung terkesiap. Ia baru sadar bahwa sejak masuk taksi tadi sang supir tengah menikmati lagu ‘Ada Apa Denganmu’ dari Peterpan. Sepanjang perjalanan ia mengangguk-anggukka n kepalanya dan bersiul mengikuti suara Ariel Peterpan. Usai hits Peterpan diputar, ia menggantinya dengan hits Ratu. Kini ia bersiul-siul mengikuti suara Maia Ahmad dan Mulan Kwok dalam Teman Tapi Mesra (TTM). “Hey friend, why do you sing Indonesian songs, because of me?” Tanya Agung penasaran. “Tak lah Cik, lagu Indonesia sangat famous disini. Ramai budak-budak belia Malaysia senang dengan grup muzik daripada Indonesia. Lebih kreatif dan enerjik. Tak sama lah dengan lagu-lagu daripada Malaysia. Tarikh 17 Disember nanti di Menara KOMTAR (Komplek Tunku Abdul Razak –pen.) Penang nak ada perfomance dari Dewa 19. Saya nak datang lah, nak jumpa Ahmad Dhani dan Once Dewa.” ”Hah!!!” Agung kaget sendiri.

(Di dalam Taksi Menuju Unpad Bandung)
“Bro, please take me to UNPAD campus, Dipati Ukur!” ujar Rashid sesegera setelah keluar dari Bandara Husen Sastranegara. “Apa Tuan, maaf saya tak bisa bahasa Inggris. Memang Tuan bukan orang Indonesia?” kok wajah Tuan mirip orang Sunda?” tanya supir taksi polos. Dasar Indon, bahasa Inggris saja tidak bisa, sungut Rashid dalam hati. Sementara orang Malaysia saja sekarang sudah ada yang jadi kosmonot. Ikut misi luar angkasa Rusia Oktober lepas, tambah Rashid dalam hati.

”Saya orang Malaysia, sekarang tolong bawa saya ke kampus UNPAD Dipati Ukur!” jawab Rashid dalam bahasa Indonesia yang lancar. Ia menekankan betul kalimat ”Saya orang Malaysia.” ”Oh orang Malaysia. Apa kabar Encik? Istri saya sekarang kerja di Alor Setar, Kedah. Jadi maid di rumah orang Cina.” tambah supir taksi. ”Oh ya?” hanya itu respon Rashid. Datar. Tak heran lah kalau Indon jadi maid, ramai Indon jadi maid di Malaysia, ujar Rashid, tentu saja dalam hati.

Selepas dari Bandara Husen Sastranegara, barulah Rashid sadar bahwa sedari tadi sang supir memutar tembang Cindai, yang dilagukan Siti Nurhaliza. Usai Cindai, Siti melantunkan lagu Jika karya Melly Goeslaw berduet dengan Ari Lasso. Usai Jika, Siti berduet dengan Ariel Peterpan dalam tembang Mungkin Nanti. Supir Sunda ini menikmati betul suara Siti. ”Heh Bang, jangan kerana saya daripada Malaysia, awak mainkan lagu Siti Nurhaliza!” kata Rashid geram. ”Tak lah Cik, sebelum Encik masuk teksi saya, saya sudah setel lagu Siti. Saya penggemar berat Siti. Dan bukan hanya saya, ribuan orang Indonesia senang dengan Siti Nurhaliza. Kerana ia berbusana sopan dan tentu saja, cantik ala Melayu,” sergah supir taksi. “Dan asal encik tahu saja, apabila nanti Encik jumpa dengan mahasiswa UNPAD, tanya saja siapa muslimah idola mereka. Pasti mereka jawab Nurul Izzah, putri mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Abraham yang cantik namun nampak shalihah itu,” lanjut supir taxi. “Hah!!!” Rashid tak percaya. Ternyata Siti Nurhaliza dan Nurul Izzah lebih popular di Indonesia daripada di Malaysia.

(Conference Room, USM – Penang)
Di tengah-tengah rehat workshop, Agung duduk semeja dengan lima orang Malaysia. Mereka semua adalah dosen di USM Malaysia. “Darimana Cik, oh daripada Indonesia, apa kabar? saya juga pernah studi di ITB Bandung ketika studi sarjana mechanical engineering dulu,” ujar Dosen I. “Ah dari Indonesia, piye kabare, Mas? saya punya famili di Kebumen dan Purworejo. Grandfather saya berasal dari Jawa, tapi ayah saya hijrah ke Johor, Malaysia. Hingga saya lahir di Malaysia dan jadi citizen Malaysia. Jadi maaf saya tak boleh cakap bahasa Jawa,” ujar Dosen II. “Darimana Bang, oh Indonesia. Gimana akhbar Dian Sastro dan Nia Ramadhani? Saya penggemar mereka kerana saya senang movie dan Sinetron Indonesia, lebih kreatif dari film Malaysia!” tambah Dosen III. “Darimana Pak, ah Indonesia, ahlan wasahlan fi Penang. Saya punya dua anak sekarang belajar di pondok pesantren Gontor. Satu di Pesantren putra di Ponorogo, satu lagi di pesantren putri Mantingan, Ngawi,” ujar Dosen IV penuh kebanggaan. “Darimana Bang, Ah Indonesia. Saya kagum betul dengan demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Kami tak bebas berdemo dan unjuk rasa di Malaysia kerana ada Internal Security Act (ISA),” ujar Dosen V yang juga aktivis LSM.

(Ruang Konferensi UNPAD, Bandung)
Usai workshop, Rashid duduk semeja dengan lima Dosen UNPAD. Berbasa-basi menunggu waktu shalat maghrib. “Darimana Kang, oh Malaysia. Apa kabar? Saya juga alumni Malaysia. Saya studi di Universiti Sains Malaysia Penang untuk Master, dan International Islamic University Malaysia di Gombak untuk Doktor,” ujar Dosen I. ”Darimana, Mas, oh Malaysia. Wilujeng Sumping. Saya juga alumni Malaysia. Saya tamat Master dari UKM Malaysia bidang medical. Satu angkatan dengan Dr. Muszaphar Shukor, kosmonot Malaysia pertama yang terbang ke luar angkasa melalui misi luar angkasa Rusia. Hebat sekali Malaysia sudah bisa mengirim orang ke langit luar. Indonesia sudah dua puluh tahun punya calon astronot, tapi tak kunjung berangkat dengan NASA, ” ujar Dosen II.“Darimana Pak, ah Malaysia. Selamat Datang. “Terus terang… dosen ini berbisik di telinga Rashid lalu melanjutkan kalimatnya… “Saya adalah penggemar berat Siti Nurhaliza dan Nurul Izzah Anwar Ibrahim. Saya sempat patah hati ketika mereka menikah di usia muda.”, ujar Dosen III. Rashid tersenyum geli lalu berkata dalam hati. Benar kata si supir taksi. Tapi ternyata tidak hanya mahasiswa, dosen-pun ternyata penggemar berat kedua puan Malaysia ini. ”Darimana Pak, Ah Malaysia, saya sering ke Malaysia dan kagum betul dengan KLIA , Menara Petronas- KLCC , dan MRT di KL. Dahysat !” ujar Dosen IV. ”Where are you from, Sir, ah Malaysia. Ahlan wasahlan! Saya pengguna setia mobil Proton Malaysia di Bandung, murah tapi tangguh!” lanjut Dosen V.

(Masjid Negeri Penang, Air Itam)
Usai workshop. Agung menunaikan shalat jama qashar di Masjid Negeri Penang, Air Itam. Agung melihat banyak jama`ah shalat menggunakan sarung Samarinda. Juga lima kelompok anak kecil sedang mengaji Al Qur`an dibimbing seorang Ustadz. Penasaran, Agung mendekati. Ah rupanya mereka menggunakan metode Qira`ati dari Indonesia. Ini dimana sih, Penang atau Jakarta? Agung jadi bingung sendiri.

(Masjid UNPAD, Dipati Ukur)
Usai workshop, Rashid menunaikan shalat jama qashar di masjid UNPAD, Dipati Ukur. Usai shalat, sayup-sayup didengarnya satu grup mahasiswa berlatih Nasyid Raihan dengan riangnya. Demi Masa, Ashabul Kahfi, Senyum, dan sederet Nasyid Raihan mereka lafazkan dengan lancarnya. Seusai Raihan, mereka melantunkan nasyid Secerah Pewarna dari The Dzikr Al Arqam. Juga dengan lancar. Raihan dan The Dzikr-Al Arqam adalah dua grup nasyid dari Malaysia yang kini sudah mulai jarang dilagukan oleh mahasiswa Malaysia. Rashid jadi ragu sendiri, benarkah aku sekarang sedang di Bandung?

(Flight Air Asia Penang-Bangkok)
Di dalam Boeing 737-400 yang membawanya ke Bangkok. Tiba-tiba Agung merasa malu jadi orang Indonesia. Pesawat yang membawanya di-delay take off selama enam jam karena bandara diliputi asap pekat. Tanpa bertanya pada siapapun Agung sudah tahu bahwa asap tersebut berasal dari pembakaran hutan di Sumatera. Ia lebih malu lagi ketika buang air kecil di tandas (toilet) bandara. Karena ia menjumpai banyak kata-kata jorok dan vulgar dalam bahasa Indonesia dituliskan di pintu tandas. Menyediakan cewek-lah, gigolo lah, dan lain-lain. Dan ia yakin penulisnya orang Indonesia, karena bahasa yang digunakan khas Jakarta dan juga khas Medan. Dan ia semakin malu ketika membaca kepingan berita di koran Utusan Malaysia yang berbahasa Melayu. ”Banjir besar terjadi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, Indonesia. Kerajaan Malaysia mengirim tim medis daripada jabatan kesihatan aam dan daripada Bulan Sabit Merah Malaysia untuk menolong mangsa banjir di Jakarta dan sekitarnya.”

(Flight Air Asia Bandung-Kuala Lumpur-Bangkok)
Di dalam Airbus A 320 yang mengantarnya ke Bangkok. Tiba-tiba Rashid jadi malu sebagai orang Malaysia. Shame on me!, ujarnya berulangkali. Ia baru saja membaca Koran REPUBLIKA bahwa ada banyak TKW Indonesia yang pulang ke Indonesia dalam keadaan babak belur. Disiksa oleh majikannya di Kuching, Johor, ataupun Penang. Razia pasukan RELA (polisi swasta Malaysia) juga semakin ganas. Mereka tak segan menangkap dan menyiksa orang Indonesia. Sering terjadi kasus salah tangkap. Dikira TKI ternyata pelajar ataupun eksekutif Indonesia. Dan Rashid menjadi semakin malu ketika pada koran yang sama ia menemukan berita : “Banjir besar terjadi di Johor, Pahang, dan Kelantan. Korban tewas puluhan orang. Pemerintah Indonesia dan Palang Merah Indonesia mengirimkan Tim Medis, obat-obatan dan bantuan sandang pangan untuk menolong korban banjir”

(Bandara Suvarnabhumi, Bangkok)
Agung bertemu Rashid di ruang pengambilan bagasi bandara Suvarnabhumi. Pesawat Agung dari Penang berselisih sepuluh menit saja dengan pesawat Rashid dari Kuala Lumpur. Awalnya mereka sama-sama kaget dan ingin membuang muka. Namun tak sempat lagi karena sudah begitu dekat. Akhirnya mereka sama-sama berucap, ”Assalamualaikum, sawasdee khap, sabai dee mai?” .

Mereka tertawa sendiri karena mengatakan kalimat yang sama secara bersamaan. Selanjutnya mereka berbasi-basi sejenak sebelum akhirnya Agung berkata jujur : ”Rashid, ternyata Malaysia tak begitu buruk. Aku bertemu banyak orang baik di Penang. Malaysia memang Truly Asia.” ”Sama, Gung, Indonesia juga tak begitu buruk. Aku merasa feel at home di Bandung. Indonesia memang Bhinneka Tunggal Ika,” Rashid berkata sama jujurnya . ”Kalau begitu, bagaimana kalau kita ”pacaran” lagi nih?” tantang Agus. ”Siapa takut?” jawab Rashid sambil terbahak dan menonjok bahu sahabatnya itu.

”I hate Indon!” Teriak Agung.
”Malingsia!” Balas Rashid.
Tak jelas,siapa orang Indonesia dan siapa orang Malaysia.

Mahidol, Salaya 20 Desember 2007

Sebagai anak bangsa yang peduli dengan bangsanya, sudah seharusnya kita turut membuat suatu gerakan kecil atau riak di lautan yang luas, walaupun masih banyak kegiatan lain yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia, tapi apa salahnya kalau kita dapat berpartisipasi yaitu dengan memilih atau memvoting pulau komodo untuk masuk ke dalam 7 keajaiban dunia kategori bidang nature, dengan terpilihnya pulau komodo sebagai nominasi finalist kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga, dengan masuknya pulau komodo akan mempunyai efek domino terhadap rakyat Indonesia, untuk diketahui sampai saat ini terdapat 28 finalist yang akan memperebutkan 7 tempat keajaiban dunia.
Untuk memvoting klik link dibawah ini
VOT UNTUK PULAU KOMODO
silahkan memilih 7 tempat dan kemudian mendaftar dengan e-mail yang valid.

setelah mikir-mikir muncul ide gimana kalau diberi link untuk bisa mendownload beberapa program yang bisa dikatakan punya manfaat tapi dalam sisi lainya bisa dikatakan ilegal.
internet merupakan hutan rimba yang didalamnya banyak sekali hal-hal positif dan negatif, tergantung pada diri masing-masing, menaruh link untuk bisa mengunduh program-program yang harganya mahal atau murah bisa di anggap melanggar hukum.
tapi ini semua berdasarkan beberapa hal makanya aku taruh link ini diantaranya :
1. untuk mendownload dibutuhkan bandwith yang besar.
2. tidak semua orang bisa berlama-lama diwarnet
3. yang bisa download berarti sudah ahli dalam bidang komputer
4. yang ahli informasinya tidak hanya dari blog ini saja tapi bisa dari search engine
5. yang download menguntungkan rakyat yaitu pengusaha warnet-telkom dll.

Kumpulan Link program dari
http://ub3rhack3r5.org/forumdisplay.php?f=39&order=desc&page=70
http://spyrozone.net/
PDF Password Remover 3.0
Reviuw

http://mu-nl.co.cc/vault/101808/downloads/ssword.html

The Ultimate Bootable System RescueCD
http://mu-nl.co.cc/vault/101808/downloads/Ress1.html
http://mu-nl.co.cc/vault/101808/downloads/Ress2.html

CD Architect 5.2
http://mu-nl.co.cc/vault/101808/downloads/darch.html

AVG 8.0 Antivirus + serial (expires in 2018 ^^)
http://mu-nl.co.cc/vault/101808/downloads/ivirus.html

1-Click YouTube Downloader
http://mu-nl.co.cc/vault/101808/downloads/Tube_Down.html

Power ISO v4.4 Latest Tested and registered
http://hotfile.com/dl/5352599/0696a7e/PowerISO4.4_4.3.rar.html
http://uploading.com/files/WXTOIB6K/PowerISO4.4_4.3.rar.html

Rapidshare Time Resetter 1.0
http://rapidshare.com/files/229259836/RapidshareTimeResetter1.0.rar

Convert Multiple Photo Image Files To Cartoon Imag v7.0
http://rapidshare.com/files/222669179/Convert_Multiple_Photo_Image_Files_To_Cartoon_Imag_v7.0.rar

Typing_Master_Pro_7 [AIO]
http://uploading.com/files/INCAT9SY/Typing_Master_Pro_7_Eng_-_2006__AIO_.rar.html

Online TV Live v6.3.38
http://rapidshare.com/files/232357137/TheLiveTVSoftware.6.4.rar

bypass Rapidshare limits
http://rapidshare.com/files/82661347/RDD-codereco.rar
pass : shareddl.info

Extreme Seven 2009 Ultimate – SP3 – x86 – Final – April 2009 Genuine

http://rapidshare.com/files/218001011/ES2K9UX86.part01.rar
http://rapidshare.com/files/218000859/ES2K9UX86.part02.rar
http://rapidshare.com/files/218000860/ES2K9UX86.part03.rar
http://rapidshare.com/files/218000853/ES2K9UX86.part04.rar
http://rapidshare.com/files/218000862/ES2K9UX86.part05.rar
http://rapidshare.com/files/218000879/ES2K9UX86.part06.rar
http://rapidshare.com/files/218001004/ES2K9UX86.part07.rar
http://rapidshare.com/files/218000993/ES2K9UX86.part08.rar
http://rapidshare.com/files/218000994/ES2K9UX86.part09.rar
http://rapidshare.com/files/218000855/ES2K9UX86.part10.rar
http://rapidshare.com/files/218000881/ES2K9UX86.part11.rar
http://rapidshare.com/files/218000850/ES2K9UX86.part12.rar
http://rapidshare.com/files/218000909/ES2K9UX86.part13.rar
http://rapidshare.com/files/218001053/ES2K9UX86.part14.rar
http://rapidshare.com/files/218000916/ES2K9UX86.part15.rar
http://rapidshare.com/files/218001749/ES2K9UX86.part16.rar
http://rapidshare.com/files/218000530/ES2K9UX86.part17.rar

Microsoft Windows XP SP3 with Genuine serial
http://www.mediafire.com/?z3jimznzqka

[HTTP] FOLDER LOCK 5.9.0, key included
http://hotfile.com/dl/2299852/df6fde5/AdReNiX-FLock_5.9.0.rar.html

Microsoft Visual Basic 6.0 Professional
http://www.mediafire.com/download.php?jxkhngmm5mt http://www.mediafire.com/download.php?iwk3znw2ocz http://www.mediafire.com/download.php?wmjmieweeuq http://www.mediafire.com/download.php?nrdjiuxymmm
http://rapidshare.com/files/225603824/Microsoft_Visual_Basic_6.0_Professional.zip.001 http://rapidshare.com/files/225605124/Microsoft_Visual_Basic_6.0_Professional.zip.002

Acronis True Image Home 2009 v12 Build 9709 Retail
http://rapidshare.com/files/210790433/Acronis.True.Image.Home.2009.v12.0.09709.rar

Windows Server 2008 Activation Method
http://www.win2008workstation.com/wordpress/

Active wallpaper changer 3.8.1 build 117.
http://rapidshare.com/files/206370917/wpch.rar

Windows XP Live USB Edition 2009
http://rapidshare.com/files/228475135/Xp_Portable_By_subaru_20.rar

Windows XP Genuine Advantage Validation
http://chaderhut.blogspot.com/2009/05/microsoft-windows-xp-professional-sp3.html

CD Duplicate Master v1.0.0.831
http://rapidshare.com/files/231225297/CD.Duplicate.Master.v1.0.0.831.WinALL.Regged-YPOGEiOS_cw.rar
pass : cyberneedz.info

Real VNC Enterprise v4.4.2 Full (Serial included)
http://d01.megashares.com/?d01=fc47f47

Windows Seven 7 & Vista CRACK Geniune Brand Patch (NEW
http://rapidshare.com/files/231590967/Win7_Vista.Crack.100_.Working.TESTED.exe.html or http://www.megaupload.com/?d=QB8P08T0 or http://www.mediafire.com/?sharekey=2c28c5aae15f78fd61d4646c62b381cbe04e75f6e8ebb871

Windows XP Live CD
http://rapidshare.com/files/218243296/winxplivecd.part1.rar http://rapidshare.com/files/218493971/winxplivecd.part2.rar http://rapidshare.com/files/218519290/winxplivecd.part3.rar http://rapidshare.com/files/218551994/winxplivecd.part4.rar http://rapidshare.com/files/218578863/winxplivecd.part5.rar http://rapidshare.com/files/218617412/winxplivecd.part6.rar

Windows XP Genuine Key Generator for Windows XP 32-bit
http://rapidshare.com/files/228752331/Windows.XP.Genuine.Key.Generator.rar

RapidShare Killer AIO 2009
http://rapidshare.com/files/231643513/RS.killer.AiO.2009_by_testingbeta.rar

Rapidshare Happy Hour Checker v1.1
http://rapidshare.com/files/231244619/Rapidshare.Happy.Hour.Checker.v1.1.rar

Change Your Old Xp Desktop + Full + Theme + Icons + Cursors
http://rapidshare.com/files/220302752/Change_Your_Old_Desktop.rar

Win xp Activation & Genuie Validation Crack
http://rapidshare.com/files/88210971/Win_xp_Activation_crack.rar

Win xp Genuie Validation Crack
With this crack you will have a lgeal xp You can download or install everything which a original buyer can
http://rapidshare.com/files/88211058/Win_xp_Genuie_validation_Crack.rar

VMWare Workstation v6.5.0.1 + Operating System Images
http://rapidshare.com/files/216719234/keygen.rar

http://rapidshare.com/files/215420349/vmware_-_Windows_3.1.rar.html

Windows 95
http://rapidshare.com/files/215407194/vmwareW95-en.rar.html

Windows 98
http://rapidshare.com/files/215407162/vmwareW98-en.part1.rar.html http://rapidshare.com/files/215407206/vmwareW98-en.part2.rar.html

Windows ME
http://rapidshare.com/files/215413625/vmwareWME-en.part1.rar.html http://rapidshare.com/files/215412212/vmwareWME-en.part2.rar.html http://rapidshare.com/files/215407294/vmwareWME-en.part3.rar.html http://rapidshare.com/files/215407197/vmwareWME-en.part4.rar.html

Windows NT4
http://rapidshare.com/files/216823650/VMware_Windows_NT4_workstation_install_EN.part03.rar.html http://rapidshare.com/files/216823643/VMware_Windows_NT4_workstation_install_EN.part02.rar.html http://rapidshare.com/files/216823649/VMware_Windows_NT4_workstation_install_EN.part01.rar.html http://rapidshare.com/files/216823669/VMware_Windows_NT4_workstation_install_EN.part04.rar.html

Windows 2000 Professional
http://rapidshare.com/files/215407198/vmwareW2Kpro-en.part1.rar.html http://rapidshare.com/files/215416806/vmwareW2Kpro-en.part2.rar.html http://rapidshare.com/files/215416517/vmwareW2Kpro-en.part3.rar.html http://rapidshare.com/files/215416411/vmwareW2Kpro-en.part4.rar.html

Windows 7 & Vista Activation Pack
http://rapidshare.com/files/231429146/Windows.7.and.Vista.Activation.rar
http://netload.in/dateiMJvQ8JpCtp/Windows.7.and.Vista.Activation.rar.htm

Easy Giv Animator
http://rs377tl.rapidshare.com/files/104762676/Easy.GIF.Animator.4.Pro.v4.6.0.34.rar

System Mechanic
http://rs73cg2.rapidshare.com/files/104866240/System_Mechanic_7.5.10.5_Professional.rar

DVD Ghost
http://rs96l34.rapidshare.com/files/104989582/DVD_Ghost_2.5.125.shogun.rar

USB Disk Security 5.0.0.35
http://rapidshare.com/files/104212280/USB.Disk.Security.v5.0.0.35.Incl.Serial.rar

Recover My Files 3.9.8 Latest.Incl.SERIAL-UPLOADED-07.05.09
http://rapidshare.com/files/230157418/Recover_My_Files_3.9.8_Latest.Incl.SERIAL-UPLOADED-07.05.09.rar

VMware Workstation 6.5.2, Build 156735 (keygen included)
http://rapidshare.com/files/219978581/VMware.6.5.2-156735.part1.rar http://rapidshare.com/files/219966038/VMware.6.5.2-156735.part2.rar http://rapidshare.com/files/219985272/VMware.6.5.2-156735.part3.rar http://rapidshare.com/files/220343759/VMware.6.5.2-156735.part4.rar http://rapidshare.com/files/219955834/VMware.6.5.2-156735.part5.rar

keygen
http://rapidshare.com/files/219623275/VMWareKeygen.rar

Windows 7 UltimateBuild x86 n x64 7100+KEY direct download
http://www.microsoft.com/windows/windows-7/download.aspx

How To Remove Watermark From Windows 7 Builds [Both X86 & X64]
http://www.intowindows.com/how-to-remove-watermark-from-windows-7-builds-both-x86-x64/

Orignal Vista Sidebar For XP
http://rapidshare.com/files/231225934/Orignal.Vista.Sidebar.For.XP.rar

sekarang muncul pertanyaan apakah anda setuju?

jaman sekarang ini semua yang kenal komputer sudah pasti mengenal yang namanya Flashdisk, pada flash disk kita dapat menaruh file kita dan dapat dibawah kemana saja karena bentuknya yang mungil, kalau jaman dulu kita masih pakai disket tapi untuk sekarang ini semua meningalkan yang namanya disket, tapi kita juga perlu hati-hati karena pabila kita memasukan flashdisk kita di komputer lain bisa jadi data kita akan berpindah dengan sendirinya, jangan kaget semua ini berkat program yang bisa jalan dengan sendirinya, palagi kalau ditaruh distart up,
programnya banyak sekali dan bisa di download coba cari di google salah satunya adalah ThumbSUCK bisa di download disini
oleh karena itu mulai sekarang kita harus hati-hati, karena bisa jadi apa yang menjadi privet kita bisa di ketahui oleh orang lain,
selamat

sudah beberapa hari ini lab komputer disekolah dipenuhi game, yang mana game ini diinstall dari flash disk, makanya muncul inisiatif agar gimana agar flash disk ngak bisa dibaca di komputer sekolahan, sebelumnya mau pakai program stop installation tapi, mikir-mikir karena kebanyakan gamenya ini langsung bisa main tanpa di install.
maka cara satu-satunya mematikan port usb yang mana sebenarnya ini bisa langsung dari system device, tapi yang kita inginkan hanya untuk flash disk aja, tetapi kalo untuk device yang lain seperti; keyboard dan mouse,masih tetap jalan
maka setelah cari di google dapatlah programnya,
sebelumnya download dulu programnya di http://www.megaupload.com/?d=D1WCOY7S
programnya ada dua :
1. usb_removable_drives_adm.zip
2.usb_write_protect_adm.zip
setelah di download di extract pakai winzip atau winrar, dll.
untuk lebih jelas langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.klik istall.bat pada kedua file tersebut
2.klik start > Run > ketik gpedit.msc nanti akan muncul Group Policy
3. klik kanan mouse pada administratif template > add/remove template > add 2 file yang ada yaitu removable dan protect> close
gambar3
gambar4

4. Klik pada menu View >filtering> non aktifkan tanda cek pada “Only show policy settings that can be fully managed”
gambar1
gambar2
5.kembali ke administratif template >Customs policy setting > restric driver” klik disable usb removable drivers
gambar5
gambar6
sekarang coba masukan flashdisk kita pasti sudah ngak kedetect lagi. kalau belum bisa coba diulangi lagi. okkk.

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…
P : Mas tau kesalahannya apa ?
Sop : Gak Pak.

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.
Sop : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang..

P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
Sop : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian !

P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
Sop : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.

P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !
Sop : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?

P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini..
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
Sop : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
Sop : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah …. hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu). Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.
Sop : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

P 2 : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
Sop : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.

S : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang. Saya berkata :
“Ya, silakan.”

Sopir taksi pun langsung ke ATM sambil berkata, “Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang.”

Tambahnya, : “Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum.

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :

**SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat.. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang…

**SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang.

*You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP
*Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

*Forward email ini, beritahukan teman, saudara & keluarga Anda.

*Berantas korupsi dari sekarang!*

Older Posts »