Pulau Komodo Indonesia (vote7.com)


Sebagai anak bangsa yang peduli dengan bangsanya, sudah seharusnya kita turut membuat suatu gerakan kecil atau riak di lautan yang luas, walaupun masih banyak kegiatan lain yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia, tapi apa salahnya kalau kita dapat berpartisipasi yaitu dengan memilih atau memvoting pulau komodo untuk masuk ke dalam 7 keajaiban dunia kategori bidang nature, dengan terpilihnya pulau komodo sebagai nominasi finalist kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga, dengan masuknya pulau komodo akan mempunyai efek domino terhadap rakyat Indonesia, untuk diketahui sampai saat ini terdapat 28 finalist yang akan memperebutkan 7 tempat keajaiban dunia.
Untuk memvoting klik link dibawah ini
VOT UNTUK PULAU KOMODO
silahkan memilih 7 tempat dan kemudian mendaftar dengan e-mail yang valid.

Iklan

Mengcopy File Flashdisk secara Silent


jaman sekarang ini semua yang kenal komputer sudah pasti mengenal yang namanya Flashdisk, pada flash disk kita dapat menaruh file kita dan dapat dibawah kemana saja karena bentuknya yang mungil, kalau jaman dulu kita masih pakai disket tapi untuk sekarang ini semua meningalkan yang namanya disket, tapi kita juga perlu hati-hati karena pabila kita memasukan flashdisk kita di komputer lain bisa jadi data kita akan berpindah dengan sendirinya, jangan kaget semua ini berkat program yang bisa jalan dengan sendirinya, palagi kalau ditaruh distart up,
programnya banyak sekali dan bisa di download coba cari di google salah satunya adalah ThumbSUCK bisa di download disini
oleh karena itu mulai sekarang kita harus hati-hati, karena bisa jadi apa yang menjadi privet kita bisa di ketahui oleh orang lain,
selamat

Mematikan Port USB Flashdisk


sudah beberapa hari ini lab komputer disekolah dipenuhi game, yang mana game ini diinstall dari flash disk, makanya muncul inisiatif agar gimana agar flash disk ngak bisa dibaca di komputer sekolahan, sebelumnya mau pakai program stop installation tapi, mikir-mikir karena kebanyakan gamenya ini langsung bisa main tanpa di install.
maka cara satu-satunya mematikan port usb yang mana sebenarnya ini bisa langsung dari system device, tapi yang kita inginkan hanya untuk flash disk aja, tetapi kalo untuk device yang lain seperti; keyboard dan mouse,masih tetap jalan
maka setelah cari di google dapatlah programnya,
sebelumnya download dulu programnya di http://www.megaupload.com/?d=D1WCOY7S
programnya ada dua :
1. usb_removable_drives_adm.zip
2.usb_write_protect_adm.zip
setelah di download di extract pakai winzip atau winrar, dll.
untuk lebih jelas langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.klik istall.bat pada kedua file tersebut
2.klik start > Run > ketik gpedit.msc nanti akan muncul Group Policy
3. klik kanan mouse pada administratif template > add/remove template > add 2 file yang ada yaitu removable dan protect> close
gambar3
gambar4

4. Klik pada menu View >filtering> non aktifkan tanda cek pada “Only show policy settings that can be fully managed”
gambar1
gambar2
5.kembali ke administratif template >Customs policy setting > restric driver” klik disable usb removable drivers
gambar5
gambar6
sekarang coba masukan flashdisk kita pasti sudah ngak kedetect lagi. kalau belum bisa coba diulangi lagi. okkk.

KERTAS TILANG PAK POLISI MERAH ATAU BIRU


Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…
P : Mas tau kesalahannya apa ?
Sop : Gak Pak.

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.
Sop : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang..

P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
Sop : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian !

P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
Sop : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.

P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !
Sop : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?

P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini..
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
Sop : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
Sop : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah …. hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu). Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.
Sop : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

P 2 : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
Sop : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.

S : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang. Saya berkata :
“Ya, silakan.”

Sopir taksi pun langsung ke ATM sambil berkata, “Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang.”

Tambahnya, : “Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum.

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :

**SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat.. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang…

**SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang.

*You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP
*Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

*Forward email ini, beritahukan teman, saudara & keluarga Anda.

*Berantas korupsi dari sekarang!*