Gunung Binaiya Maluku Tengah 3027-3035 mdpl

Gunung Binaiya dengan ketinggian 3027-3035 mdpl adalah gunung tertinggi di Maluku. Gunung Binaya terletak di Pulau Seram Maluku Tengah, pulau yang sering di sebut dengan sebutan “Mutiara Nusa Ina”. Gunung Binaya berada di tengah-tengah kawasan Taman Nasional Manusela. Oleh sebab itu Gunung Binaiya berada dalam pengawasan Balai Taman Nasional Manusela.

sebagai warga Indonesia khususnya masyarakat maluku agar menjaga dan melestarikan apa yang akan menjadi warisan buat anak cucu kita, khususnya menjaga kawasan hutan ini tetap menjadi cagar alam untuk satwa-satwa yang ada didalamnya, kita harus mengambil peran kita dengan menjaga biar selalu lestari dan aman dari pengrusakan.

FB_IMG_1453344916398

sumber Photo: Alief Hatapayo

Taman Nasional Manusela (pegunungan Binaiya) mempunyai 7 tipe vegetasi

sebagai berikut:

  1. Hutan mangrove (mangrove formation) dengan jalur yang sempit terletak di sepanjang pantai utara
  2. Vegetasi pantai (beach formation) terletak di bagian pesisir pantai selatan
  3. Vegetasi rawa daratan rendah (Lowland swamp forest) terletak di pantai utara
  4. Vegetasi tebing sungai (riverbank vegetation) terletak di wai mual dan wai kawa
  5. Vegetasi hujan dataran rendah (lowland rain forest) terletak di ketinggian sekitar 500 mdpl
  6. Vegetasi hujan pegunungan (mountain rain forest) terletak di pegunungan Binaiya antara ketinggian 500 – 1500 mdpl
  7. Vegetasi Hutan lumut (alpine/moss forest)
    Hutan lumut terletak di ketinggian 1500 mdpl dan ditandai dengan tumbuhan yang berukuran kecil.

 

untuk yang senang pendakian dan ingin mendaki silahkan mencari waktu yang tepat dan mencari rombongan agar bisa sama sama.

ini rute yang bisa kami himpun

Rute Perjalanan Dari Surabaya-Ambon-Masohi-Tehoru

Surabaya-Ambon-Masohi

Surabaya Ambon sekitar 2 jam

Airport-Passo(membeli keperluan) – Tulehu 9 KM

Tulehu-Amahai Via Laut 2 Jam

Amahai-Masohi 30 Menit (Pengurusan Surat Pas/Simaksi di TN Manusela)

Masohi-Tehoru-Yaputih-3 Jam

Yaputih-Piliana 6 Km (Izin Perjalanan/adat)

Trek Perjalanan

Piliana-Ayemoto

Jalan menanjak, melewati ladang sagu, melewati air waifuino Selepas sungai ini jalanan menurun menuju sungai Yahe atas, Dari Yahe atas, naik 1 bukit terus turun lagi ke sungai yamhitala, Dari yamhitala menanjak dengan kemiringan mulai 60 derajat. sampai lukuamano, terus naik ke ayemoto,. Camp ayemoto Shelter perjalanan normal dari piliana ke ayemoto sekitar 8-9 jam.

Ayemoto-isilali

Jalan mendatar dan menanjak sampe dataran ailunasai, dan terus menanjak ke puncak teleuna. Perjalanan landau pepohonan berlumut sampai  pos highcamp, dataran kecil sebelum tanjakan manukupa. Dan menurun ke lembah Isilali. Perjalanan 6-7 jam

Isilali-Nasapeha

rute pengunugan dan jalanan full batu, naik turun ke Puncak bukit bintang. turun ke nasapeha. Perjalanan 3 jam.

Nasapeha-Puncak Binaya

Perjalanan menanjak naik turun dan mulai berbatu. melewati  bukit  baru sampai puncak binaya besar (puncak 3027). Puncak utama Binaiya (3035 mdpl)

Dari nasapeha ke puncak sekitar 3 jam.

Puncak Binaya-Nasapeha-Isilali

Dari puncak turun ke nasapeha 2 jam.

Isilali-Piliana

melewati tanjakan manukupa, turun ke highcamp, melewati punggungan teleuna dan ainusalai. Sampai ayemoto 5 jam.

Piliana-Yaputih-Tehoru -Masohi

Lapor di TN Manusela

Estimasi rincian biaya biaya :

  1. Tiket surabaya ambon,normal   sekitar 1 juta
  2. Tax airport juanda 50.000
  3. Angkot dari bandara pattimura ke passo -Tulehu
  4. Kapal cepat 115.000/orang
  5. Simaksi (Biaya Izin di TN Manusela Masohi)
  6. Mobil ke Tehoru-Yaputih 150.000/orang
  7. Guide 250.000-300 /hari
  8. Kas desa Piliana (noted)
  9. Ketua Adat (noted)

 

lain-lain :

Harus pakai Simaksi biar di Izinkan untuk mendaki di Desa Piliana

ATM hanya di Kota Masohi

 

IKAPPMAT (Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Telutih Tehoru) Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda Jombang Jawa Timur 2013

Tepat pada tanggal 20 Oktober pengurus IKAPPMAT Cabang Jombang mendapat sebuah Amplop di Kantor Sekretariat IKAPPMAT  Jl. Adjisastrowidjoyo Klagen Kepuhkembeng Jombang Jawa Timur .dalam Amplop tersebut isinya undangan agar bias menampilkan Tarian atau sesuatu yang berbau kedaerahan khususnya dari daerah Maluku, Berhubung yang berada di Kabupaten Jombang kebanyakan adalah Mahasiswa, maka Ketua organisasi berinisiatif untuk mengumpulkan para anggotanya untuk  mengadakan Rapat dan Mungundang  Pembimbing dan Pelindung IKAPPMAT di jombang untuk berkosultasi ,hadir dalam konsultasi tersebut  Bpk. Yusuf Mualo, S.Pd. MM, Husain Yapono,  Bu Nadra Latuconsina dan Rizal Toyo bertindak sebagai  Pelindung dan Pembina.

Tari Cakalele

Tari Cakalele

Hasil dari pertemuan tersebut agar di bentuk panitia kecil guna mensukseskan acara Sumpah Pemuda yang akan diselenggarakan,   Saudara Hisyam Kumkelo sebagai Ketua IKAPPMAT ditunjuk sebagai coordinator di bantu dengan saudara Abdurrahman Welemuly, Sebagai pembaca Ikrar Sumpah Pemuda saudara Suaedi Hayoto,  Nyong Eli Latuconsina dan Marwan Tianotak sebagai Seksi Acara.

Acara yang disepakati adalah Menampilkan Tarian dari Maluku yaitu Tari Cakalele dan Koor Bersama dengan mambawakan lagu yang bertemakan Persatuan, maka dipilihlah lagu “Ale Rasa Beta Rasa” , sebagai Pelindung dan Pembina maka Bu Nadra latuconsina memberi usulan untuk menyewa  Pemain Orgen Profesional guna mendapatkan hasil yang maksimal, begitu juga dengan kostum yang akan di pakai pada penampilan nanti, pada mulanya pengurus IKAPPMAT  merasa keberatan karena terbentur biaya apabila menyewa  pemain orgen, tapi syukur Alhamdulillah Bu Nadra karena memberi usul dia yang menanggung semuanya  anggota IKAPPMAT hanya berkomitmen agar bisa menampilkan hasil yang maksimal. Maka dimulailah acara latihan untuk cakalele dilaksankan  pada sore hari jam 3 setelah sholat ashar malam hari setelah sholat Isya, untuk yang koor latihannya hanya malam hari karena berkaitan dengan jadwal Pengajar Orgen Bapak. Gatot Jombang.

Tema Silaturrahim dan Tabur Budaya Lintas Etnis

Tema Silaturrahim dan Tabur Budaya Lintas Etnis

Pembacaan Janji Sumpah Pemuda

Pembacaan Janji Sumpah Pemuda

Acara di bagi menjadi dua bagian yaitu pada malam 28 Oktober dan Hari sabtu Malam tanggal 3 November 2013. Panampilan pertama pada malam 28 Oktober adalah pembacaan ikrar Sumpah Pemuda yang dibawakan oleh saudara Suadi Hayoto dan para anggota yang menampilkan pembacaan puisi, penampilan seni tari, diskusi bersama, dan pembacaan ikrar sumpah pemuda.

Acara dilakuka dengan duduk lesehan memakai alas tikar dan syahdu karena kita bisa merasakan arti pentingnya sebuah persatuan, turut menghariri acara ini adalah  elemen organisai,  Pemuda, Ormas , lembaga swadaya , waria, media bahkan penyandang disabilitas turut memeriahkan acara malam sumpah pemuda tersebut.

Puncak acara sumpah pemuda adalah pada  hari sabtu malam tanggal 2 November 2013, dengan  tampil didepan Tamu Undangan di Gedung  Bung Tomo Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang , acara bertema “Silaturrahim  dan  Tabur Budaya Lintas Etnis”   sebagai pembuka acara adalah Bapak Bupati yang diwakili oleh Wakil Bupati Jombang Ibu. Munjidah Wahab. Turut hadir  para tamu undangan dari ormas, pemuda, etnis daerah mulai dari Bali, NTT, NTB Jawa, Minangkabau ,  Tionghoa dan Maluku.

Pada akhirnya sebagai penonton kami sangat puas dengan penampilan para utusan Daerah yang telah menunjukan kemampunnya ditengah keterbatasan yang ada.  Sebagai utusan Daerah masing-masing agar selalu memegang teguh prinsip prinsip persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.  Khususnya bagi IKAPPMAT terus berkarya  demi masa depan ketika kembali kedaerah masing-masing.

 Terima kasih buat para Anggota IKAPPMAT  (Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Telutih Tehoru) yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Update akan dating kami akan menurunkan Formasi  Pengurus IKAPPMAT Periode 2013-2016. (cain )

 Info Dokumnetasi Photo-photo dapat dilihat disini.

  • Vidio Kegiatan Sumpah Pemuda

Tari Cakalele

Koor Bersama : lagu Ale Rasa Beta Rasa

Penampilan Tarian dari Timur 1

Penampilan Tarian dari Timur2

Perkembangan Wilayah MALUKU TENGAH Sampai Tahun 2012

Pada Tahun 2004 diberlakukannya Otonomi Daerah yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 maka penyelenggaraan otonomi daerah memberikan pengaruh yang cukup luas dalam perkembangan Maluku Tengah, hal ini dapat dilihat dengan terjadi pemekaran pada beberapa wilayah di kabupaten Maluku Tengah diantaranya Wilayah Pulau Buru, Wilayah Seram Timur dan Wilayah Seram Barat. Sehingga Wilayah Kabupaten Maluku Tengah sejak tahun 2004 hanya meliputi Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda; akan tetapi luas wilayah di Kabupaten Maluku tengah masih merupakan yang terluas di Provinsi Maluku. Dari Periode 1994 sampai 2012 telah terjadi banyak perubahan dalam komposisi kecamatan di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah otonomi daerah yang merupakan indikasi pemekaran wilayah-wilayah sampai pada level kecamatan. Sampai Dengan Tahun 2012 terdapat 17 Kecamatan di Kabupaten Maluku tengah yang tersebar dibeberapa wilayah (Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda) antara lain :

1. Kecamatan Banda Ibukota Neira

2. Kecamatan Tehoru Ibukota Tehoru

3. Kecamatan Telutih Ibukota Laimu (Pemekaran dari Kecamatan Tehoru)

4. Kecamatan Amahai Ibukota Amahai

5. Kecamatan Kota Masohi Ibukota Masohi (Pemekaran dari Kecamatan Amahai)

6. Kecamatan Teluk Elpaputih Ibukota Masohi (Pemekaran dari Kecamatan Amahai)

7. Kecamatan Teon Nila Serua Ibukota Waipia

8. Kecamatan Saparua Ibukota Saparua

9. Kecamatan Nusalaut Ibukota Ameth (Pemekaran dari Kecamatan Saparua)

10. Kecamatan Pulau Haruku Ibukota Pelauw

11. Kecamatan Salahutu Ibukota Tulehu

12. Kecamatan Leihitu Ibukota Hila

13. Kecamatan Leihitu Barat Ibukota Alang

14. Kecamatan Seram Utara Ibukota Wahai

15. Kecamatan Seram Utara Barat Ibukota Pasanea (Pemekaran dari Kecamatan Seram Utara)

16. Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Ibukota Kobi (Pemekaran dari Kecamatan Seram Utara)

17. Kecamatan Seram Utara Timur Seti Ibukota Kobisonta (Pemekaran dari Kecamatan Seram Utara)

sumber : bps.go.id

Contoh Marga di Dearah Maluku

Ini merupakan contoh marga atau fam yang di gunakan di Maluku khususnya di Desa Laimu Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah

Marga/fam  mempunyai beberapa rumah atau keluarga yang lebih dari 3 keluarga

  • Hayoto
  • Kumkelo
  • Lamasano
  • Mualo
  • Soa
  • Tamamala
  • Tehuayo
  • Toyo
  • Wakano
  • Wattimena
  • Wattimuri
  • Welemuli
  • Yapono

Yang kurang dari dua Rumah atau keluarga yang berada di Desa Laimu

  • Almaskaty
  • Kohonusa
  • Marssabesy
  • Selano
  • Ulalatano
  • Walalohun

(NB): Silahkan di koreksi untuk tambahan informasi

Arti Marga atau Fam Bagi Masyarakat Maluku

Marga atau fam merupakan suatu istilah keluarga atau perkumpulan basudara anak cucu, dari satu nenek moyang, yang biasanya di sebut atau diletakkan di akhir suatu nama, sebagai contoh nama saya Husain marga saya Yapono maka akan di tulis di secara resmi adalah “Husain Yapono”, pemberian nama marga biasanya diberikan kepada anak di daerah Maluku khususnya bagi mereka yang telah mendiami Maluku beberapa lama, dalam bahasa lain mereka yang bukan pendatang dari luar Maluku, walaupun pemberian marga bukan hanya di Maluku saja, tetapi di daerah lain pun ada, seperti di Daerah Medan yang juga mempunyai marga yang banyak, dan mungkin istilahnya berbeda atau pemberian kepada anak tidak menurut bapak. Nama marga akan di berikan kepada seorang anak berdasarkan marga bapaknya, dan ini sudah menjadi kesepakatan sejak dulu, walaupun tidak secara tertulis tapi kedua pasangan atau keluarga secara langsung sudah menyetujuinya sejak dilakukan pernikahan diantara kedua keluarga atau suami dan istri, bagi orang Maluku asli pemberian marga merupakan suatu adat istiadat yang tidak bias ditinggalkan begitu saja, dan ini ternyata membawa dampak yang baik sekali terhadap terjadinya interaksi social diantara masyarakat malaku. Dengan mengetahui suatu marga tertentu sebagai orang Maluku akan mengetahui secara pasti bahwa dia orang Maluku, bahkan daerah atau agama yang di anut dari kebanyakan marga tersebut dapat di kenal , begitulah keunikan sebuah marga bagi masyarakat Maluku. Pemberian marga bagi anak adakalahnya mengikuti ibunya tapi ini hanya di sebagian daerah di Maluku, inipun amat jarang terjadi. Biasanya ini dilakukan karena ada pertimbangan khusus dari kedua keluarga dari suami atau istri.

Berikut ini Contoh nama Marga

Desa laimu Kec. Tehoru Kab Maluku Tengah (update : Laimu Kecamatan Telutih)

Desa Laimu  merupakan desa di kecamatan tehoru kabupaten Maluku Tengah, Desa ini pernah mendapat penghargaan dari pemerintah tahun 1982 karena desana paling teratur tata letaknya. Desa ini mempunyai 5000 Kepala Keluarga

Suku Asli: ALifuru + Pendatang.

Bahasa: Teluti (Poling hingga Haya)
Penduduk: 900KK (5000 jiwa)
Pemeritnahan: Adat (Raja dan Saneri Negeri + Sowa)

Mata Pencaharian : {Petani, Nelayan,
Sarana Pendidikan: SMA Negeri 3 Tehoru, MTs Al-Hilal, SMP, SDN, SD Inpres

Marga: Yapono, Wakano, Toyo, Hayoto, Mualo, Kumkelo, Soa, Wattimena, Wattimuri, Kohonusa, Lamasano, Tamamala, Welemuli, Walalohun, Souhoka, Marasabesi, Al-Maskati, dll.

Desa ini juga mempunyai sebuha Dusun yaitu Dusun Ampera, yang menurut cerita Dusun ini dibangun pada pemeritnahan Bapak Raja Bakri Yapono pada tahun 1974. Pemilik Dusun terbesar di sini adalah Marga Yapono, yaitu: Haji Yahya Yapono, Haji Siamaru Yapono dan Haji Abada Yapono. Kata Bapak Raja Bakri (Bakere), jika tiga orang ini telah setuju lahannya dibongkar untuk dibuatkan Dusun, maka yang lainnya akan setuju. Ketiga orang itu ketika itu kurang setuju, akan tetapi Raja Bakri menyatakan jika mereka tidak setuju maka mereka akan dipanggil ke Tehoru (ibukota kecamatan Teluti) untuk berhadapan dengan Camat (atau AW) ketika itu. Maka daripada berhadapan dengan AW yang bisa-bisa mereka dibui (dipenjara) lebih baik mengizinkan Bapak Bakri untuk mulai membangun dusun ini. Penulis ketika itu masih di kelas 4 SD, maka menyaksikan pembongkaran dusun-dusun tersbut. Kami kanak-kanak ketika itu berebut kelapa muda yang berjatuhan bersama pohon-pohon kelapa yang rubuh/tumbang karena ditebang oleh rakyat

more info

Just About Cluster 45 Maluku AIBEP

Tak terasa sudah mau memasuki bulan Ramadhan lagi, teringat tahun lalu, pas awal Ramadhan awal mula kumulai tugasku sebagai pendamping untuk program sekolah satu Atap (SATAP) pada Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP), ini merupakan pengalaman yang berharga karena aku dapat pulang kampung melihat sanak saudara, orang tua. tapi tugas dan amanah ini aku jalani sampai semua berakhir dengan baik walau disana sini masih banyak kekurangan.
kejadian yang paling mengesankan sewaktu ketempat tugas, untuk diketahui tugas yang diembankan kepada saya, ada 3 lokasi yaitu, di Desa Abubu Kec. Nusalaut Maluku Tengah, Desa TenbukDenwet Kei Kecil Timur dan Nerong Kec Kei Besar Selatan Maluku Tenggara.
Sewaktu mendapat ke Maluku Tenggara pertama datang bertepatan dengan Bulan Puasa, dan selama 5 hari di Kota Tual puasaku alhamdulillah jalan, tapi yang paling anehnya selama itupula tidak pernah sahur dan cuma makan mie intan.
masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara orangnya ramah, walau dalam hal wajah kelihatan Garang tapi itulah kelebihan masyarakat Maluku.
Mungkin ini dulu nanti disambung lagi