RS Yasmin Banyuwangi Terbaik dalam Asian Hospital Management Award 2010


Maksud dari dimuatnya tulisan ini agar,  semua bisa mengambil hikmah ternyata biaya Rumah sakit bisa lebih murah, dan tidak akan menjadikan para Dokter Menjadi Miskin, atau Rumah Sakit  rugi dalam biaya operasional rumah sakit, ko bisa yaa

ini di ambil dari jawapos hari sabtu tanggal 28 Agustus 2010

Beri Layanan Seharga Semangkuk Bakso

Prestasi membanggakan ditorehkan Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi (RSYB) dalam ajang Asian Hospital Management Award 2010. Wakil Indonesia itu menyabet trofi excellent reward untuk kategori marketing, public relation, and promotional. Bagaimana RSYB mampu bersaing dengan RS-RS se-Asia dalam even itu?

NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi sebenarnya tidak termasuk RS nomor satu di Banyuwangi. RS itu bahkan termasuk biasa-biasa saja secara fisik. Kapasitas RS tersebut juga relatif kecil. RSYB hanya memiliki 50 tempat tidur untuk pasien.

”Kalau melihat jumlah bed kami, memang masih kecil,” ungkap Direktur RSYB Burhanuddin Hamid Darmadji kepada Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group), Selasa (24/8).

Berada persis di jantung Kota Gandrung, luas kompleks RSYB masih kalah dibanding rumah sakit milik pemerintah atau swasta lainnya di Banyuwangi. Apalagi, sebelum beralih fungsi menjadi rumah sakit seperti saat ini, masyarakat Banyuwangi lebih mengenal Yasmin sebagai laboratorium dan klinik kesehatan biasa.

Namun, seiring berjalannya waktu, klinik itu kemudian mengubah wajah dan status menjadi rumah sakit. Masyarakat pun kemudian mengenalnya dengan sebutan RSYB.

Meski secara ukuran fisik kecil, manfaat RSYB banyak dirasakan masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Sebab, RS swasta tersebut terus mencari inovasi dan terobosan sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang murah serta berkualitas. Salah satunya, produk layanan kesehatan yang diberi nama Yasmin-Lakers Up.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan itu, masyarakat tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Cukup dengan Rp 5.000, pasien sudah bisa mendapatkan layanan rumah sakit mulai rawat inap dan pengobatan lainnya di RSYB. Inovasi itulah yang kemudian mengantar rumah sakit tersebut mewakili Indonesia dalam ajang Asian Hospital Management Award 2010 di Seoul, Korea Selatan.

Sebelumnya, selama dua tahun berturut-turut pada 2008 dan 2009, RSYB menahbiskan diri sebagai RS terbaik di level nasional. Pada 2008 dalam ajang Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Award 2008, RSYB meraih juara ketiga bidang human resources development project (HRD). Metode pemberian remunerasi pegawai melalui parameter senyum menjadi awal inovasi rumah sakit tersebut.

Lalu, pada 2009, RSYB menelurkan inovasi anyar lagi. Kali ini di bidang marketing, customer service, dan public relation. Berkat inovasi itu, RSYB terpilih menjadi yang terbaik dalam Persi Award 2009 dan berhak mewakili Indonesia dalam kompetisi inovasi RS tingkat Asia tahun ini.

RSYB juga bisa menjawab kepercayaan yang diberikan itu. Mereka mampu meraih prestasi terbaik dalam ajang Asian Hospital Management Award tersebut. Yang membanggakan, even itu diikuti 10 negara yang melibatkan 500 manajer rumah sakit dari 58 rumah sakit ternama se-Asia.

Dalam kompetisi itu, RSYB mengusung topik pemasaran layanan kesehatan bertajuk selling hospital in a bowl of meatball (menjual rumah sakit dalam semangkuk bakso). Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri yang beranggota para pakar kesehatan dari Amerika Serikat, India, Hongkong, dan tuan rumah.

Dalam ajang internasional itu, RSYB memamerkan daya saingnya dengan rumah sakit ternama di kawasan Asia lainnya seperti Assunta Hospital dari Malaysia, Apollo Hospital Hyderabad dari India, Samitivej Hospital dari Thailand, dan beberapa peserta lainnya, termasuk wakil Indonesia lainnya, RS Dharmais Jakarta.

Dibanding RS-RS itu, RSYB termasuk paling kecil dan ”pelosok”. Namun, juri tidak terpengaruh kondisi tersebut. Mereka justru menilai inovasi yang ditunjukkan RSYB telah menginspirasi RS lain bahwa layanan kesehatan setingkat RS bisa dilakukan dengan supermurah, seharga semangkuk bakso.

Keberhasilan RYSB menarik perhatian sesama kompetitor dalam ajang tersebut. Beberapa rumah sakit di negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Filipina menyatakan tertarik untuk mengadopsi ide pelayanan supermurah ala RSYB itu. Namun, sebagian wakil negara lain menyatakan sulit mengimplementasikan strategi marketing tersebut lantaran kebijakan pemerintah masing-masing.

”Kami bangga atas prestasi ini. Apalagi, presiden Asian Hospital Federation (AHF) berjanji memublikasikan terobosan kami ini dalam jurnal AHF,” ujar Burhanuddin.

AHF melihat, model pelayanan kesehatan yang diperkenalkan RSYB cukup unik dan terjangkau bagi masyarakat luas. Calon pasien cukup mengeluarkan biaya Rp 5.000 atau setara USD 0,5 setahun. Bila diwujudkan barang, ongkos sebesar itu hanya untuk semangkuk bakso di warung. ”Memang sangat murah dan terjangkau masyarakat luas,” tegas Burhanuddin yang juga penggagas inovasi pelayanan kesehatan di RSYB tersebut.

Menurut dia, kunci dalam pelayanan kesehatan ada pada kepercayaan konsumen kepada rumah sakit. Untuk mendapatkan pelayanan yang murah, RSYB menjembatani tiga komponen dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Yakni, rumah sakit, asuransi, dan masyarakat selaku customer.

”Kami ingin keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi semua rumah sakit di Indonesia. Karena itu, kami akan membukukannya agar bisa dijadikan panduan RS lain yang ingin menerapkan,” tegasnya.

Iklan

Gus Dur & Selamat Pagi


Kula Ndherek, Gus

Oleh: Ahmad Tohari

sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/02/93511/Kula.Ndherek..Gus

ADALAH Edy Yurnaedi almarhum. Suatu siang, pada 1987, wartawan Majalah
Amanah itu bergegas masuk ke ruang redaksi di Jalan Kramat VI Jakarta.
Dengan wajah gembira dia meminta beberapa redaktur, di antaranya saya,
mendengarkan laporannya. Dia baru selesai mewancarai KH Abdurrahman
Wahid di Kantor PBNU. Topik wawancaranya adalah pluralitas internal umat
Islam Indonesia.

Maka rekaman wawancara pun diputar. Intinya, Gus Dur mengatakan,
kemajemukan di dalam masyarakat muslim di Indonesia sudah menjadi
kenyataan sejak berabad lalu. Meskipun sebagian besar umat Islam
Indonesia menganut Mazhab Syafi’i namun ada juga yang mengambil mazhab
lain. Bahkan penganut Islam Syi’ah, Ahmadiyah, abangan pun ada. Menurut
Gus Dur tingkat penghayatan umat pun amat bervariasi dari yang hanya
berkhitan dan bersyahadat waktu menikah sampai yang bertingkat kiai.
Namun, ujar Gus Dur kemajemukan itu harus tetap terikat dalam ukhuwah
islamiyah atau ikatan persaudaraan Islam. Artinya, sesama umat Islam
yang berbeda aliran maupun tingkatan pemahaman seharusnya saling
menyambung rasa saling hormat.

Gus Dur sangat tidak suka terhadap istilah Islam KTP atau Islam abangan.
Baginya, semua orang yang sudah bersyahadat dan berkelakuan baik ya
muslim. Mereka yang ketika bertamu masih memberi salam dengan ucapan
kula nuwun (Jawa), punten (Sunda) atau selamat pagi, ya muslim karena
syahadatnya.

”Kalau begitu Gus, ucapan assalamu alaikum bisa diganti dengan selamat
pagi?” tanya Edy Yurnaedi.
”Ya bagaimana kalau petani atau orang-orang lugu itu bisanya bilang kula
nuwun, punten atau selamat pagi? Mereka kan belum terbiasa mengucapkan
kalimat dalam bahasa Arab kayak kamu?”

Itulah inti pendapat Gus Dur dalam wawancara dengan Edy Yurnaedi. Edy
mengusulkan wawancara itu dimuat dalam Majalah Amanah edisi depan dengan
penekanan bahwa Gus Dur menganjurkan mengganti assalamu alaikum dengan
selamat pagi. Alasannya cukup konyol. Menurut Edy, Majalah Amanah yang
kala itu baru berumur satu tahun harus membuat gebrakan dalam rangka
menarik perhatian pasar. ”Kan nanti Gus Dur akan membantah. Dan bantahan
itu kita muat pada edisi berikut. Nah, jadi malah ramai kan? Ini cuma
taktik pasar kok,” Edy ngotot.

Drs H Kafrawi Ridwan MA yang waktu itu jadi pemimpin redaksi lebih suka
mengambil sikap momong kepada yang muda. Maka usul Edy ditawarkan kepada
rapat. Tentu ada yang pro dan kontra. Celakanya lebih banyak yang pro.
Mereka beralasan seperti Edy, cuma taktik pemasaran, dan Gus Dur mereka
yakini akan membantah.

Dan terbitlah edisi assalamu alaikum itu. Benar saja, masyarakat riuh.
Gus Dur menuai kecaman. Oplah majalah terdongkrak. Dan Edy melanjutkan
aksinya dengan mewawancarai kembali Gus Dur. Diharapkan Gus Dur akan
membantah bahwa dia telah menganjurkan mengganti assalamu alaikum dengan
selamat pagi. Tapi Edy amat terkejut ketika Gus Dur dengan enteng
menjawab, buat apa membantah. ”Biarin, gitu aja kok repot.”

Edy pulang ke kantor dengan wajah lesu. Oleh pemimpin redaksi dia
dianggap telah gagal menyukseskan strategi pemasaran. Memang, oplah naik
tetapi makan korban berupa terjadinya fitnah di tengah masyarakat.
Secara pribadi saya pernah minta Gus Dur berbuat sesuatu untuk
menghentikan fitnah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Tapi dasar Gus
Dur. Dia tetap pada pendirian akan membiarkan fitnah itu berhenti sendiri.

Sayang fitnah itu ternyata berumur panjang. Setelah Gus Dur wafat
kemarin masih terdengar suara penyiar yang mengatakan Gus Dur pernah
ingin mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Maafkan kami para
wartawan dan redaksi Majalah Amanah yang telah bermain api yang ternyata
membakar kami sendiri. Gus Dur sendiri tetap berjiwa besar, tetap
bersahabat, meskipun banyak yang terpaksa salah faham. Gus Dur tidak
pernah mengusulkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Untuk
hal ini saya akan menjadi saksi bagi Gus Dur.

Dia, dengan kebesaran jiwa hanya ingin mengajak siapa pun untuk
menghargai sesama muslim yang bisanya mengucap salam dengan kula nuwun,
punten, atau selamat pagi. Ini adalah sikap dasar Gus Dur yang menyintai
semua muslim dari yang hanya bermodal khitan sampai yang bergelar kyai.
Bahkan ukhuwwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) yang berkembang
dari iman membuat Gus Dur memiliki rasa cinta kepada siapa saja, tak
pandang ras, agama, maupun status sosial. Sugeng tindak, Gus, insya
Allah kula ndherek.[]

Dana Program Kesetaraan Paket A, B dan C


Bagi Siapa yang berhubungan dengan pendidikan luar sekolah sudah seharusnya mengetahui, bagaimana dia mendapatkan dana bantuan untuk operasioanal Proses pembelajaran, ini dimaksud karean pendidikan luar sekolah atau kesetaraan biasanya para warga belajarnya terdiri dari orang-orang yang mempunyai keterbatasan baik itu materi ataupun secara waktu, disini kita mencoba untuk sharing pendapat bagaimana agar lembaga penyelenggara, baik berupa yayasan, atau PKBm bisa selalu giat untuk menuntaskan wajib belajar seperti yang di amanatkan oleh undang-undang.

Disini ada beberapa penjelasan mengenai program paket kesetaraan beserta yang lain-lainya yang dapat di baca disini dan bisa di download

17 Agustus 2010 Puluhan Situs Web indonesia di Hack


Menjelang Hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2010, para pegiat dunia maya (Hacker/Cracker:istilah bagi yang dirugikan.heheh) merayakannya dengan Menaruh file Mereka di beberapa Situs Berikut dibawah ini, file ini berupa pesan moral tentang sebuah kemerdekaan, walaupun mereka bisa merusak website yang dituju, ini menjadi dua mata pisau yang berdeda, yang satu mungkin sangat mengangu kenyamanan yang punya situs, sisi satunya lagi sebagai pembelajaran bagi admin website tersebut, bahwa ternyata masih bisa disusupi hackers.

Gambar ini cuma salah satu tampilan situs yang di hack, masih banyak sekali model tampilan atau index yang lain. Silahkan di cek,
Sebagai admin sudah seharusnya meningkatkan keamanan situs yang di kelolanya, masih untung ngak pasangai gambar Artis yang aneh-aneh atau yang lainnya.
Mudah-mudahan kedepan tidak terjadi. Adapun situnya sebgai berikut :
1. http://semestaberjaya.com/indonesiaku.php
2. http://fs.uns.ac.id/indonesia.php
3. http://unj.ac.id/indonesia.php
4. http://www.unand.ac.id/foto/indonesia.htm
5. http://el82itb.org/indonesia.htm
6. http://unhalu.ac.id/staff/indonesia.htm
7. http://www.adhiguna.ac.id/indonesia.htm
8. http://www.stikes-insan-seagung.ac.id/indonesia.htm
9. http://www.himsya.ac.id/indonesia.htm
10. http://www.poltekpos.ac.id/indonesia.htm
11. http://informatika.uin-malang.ac.id/COPYRIGHT.php
12. http://www.mar-eng.its.ac.id/ina/akademik/admin/foto_berita/indonesia.htm
13. http://kaltimprov.go.id/indonesia.php
14. http://pengadilan.net/indonesia.php
15. http://bkp.deptan.go.id/indonesia.htm
16. http://kemenegpora.go.id/merdeka.html
17. http://sifa.kemenegpora.go.id/merdeka.html
18. http://www.lsf.go.id/merdeka.html
19. http://pekalongankota.go.id/merdeka.html
20. http://bpphp1.dephut.go.id/merdeka.html
21. http://bpphp2.dephut.go.id/merdeka.html
22. http://bpphp3.dephut.go.id/merdeka.html
23. http://bpphp4.dephut.go.id/merdeka.html
24. http://bpphp5.dephut.go.id/merdeka.html
25. http://bpphp6.dephut.go.id/merdeka.html
26. http://bpphp8.dephut.go.id/merdeka.html
27. http://bpphp9.dephut.go.id/merdeka.html
28. http://bpphp10.dephut.go.id/merdeka.html
29. http://manmajenang.sch.id/files/indonesia.php
30. http://spma-samarinda.sch.id/indonesia.htm
31. http://smkn1kalasan.sch.id/merdeka.html
32. http://smkn1madiun.sch.id/merdeka.html
33. http://robbirodliyya.sch.id/merdeka.html
34. http://smkypesampang.sch.id/merdeka.html
35. http://www.smpn3kpj.sch.id/merdeka.html
36. http://www.majesa.sch.id/merdeka.html
37. http://smkypkpwk.sch.id/merdeka.html
38. http://smpn5cirebon.sch.id/merdeka.html
39. http://smpn2balen.sch.id/merdeka.html
40. http://smpn1oku.sch.id/merdeka.html
41. http://smkn6palembang.sch.id/merdeka.html
42. http://smpn4gm.sch.id/merdeka.html
43. http://smpn5lht.sch.id/merdeka.html
44. http://manhokut.sch.id/merdeka.html
45. http://mtsdarussalampkp.sch.id/merdeka.html
46. http://smkn1barru.sch.id/merdeka.html
47. http://sman3bantul.sch.id/merdeka.html
48. http://sman1cepu.sch.id/merdeka.html
49. http://smpn1piyungan-btl.sch.id/merdeka.html
50. http://www.smansa-mjl.sch.id/merdeka.html
51. http://smp1pra-bws.sch.id/merdeka.html
52. http://smpn13bdg.sch.id/merdeka.html
53. http://smpn1panumbangan.sch.id/merdeka.html
54. http://smpmuh-ckn.sch.id/merdeka.html
55. http://smkkpbe-bdg.sch.id/merdeka.html
56. http://sditalamysubang.sch.id/merdeka.html
57. http://sdnbjs2bdg.sch.id/merdeka.html
58. http://www.smaplusbanyuasin.sch.id/merdeka.html
59. http://www.smkn1samarinda.com/merdeka.html
60. http://akademik.sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
61. http://sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
62. http://www.majesa.sch.id/merdeka.html
63. http://www.bellarminus-bks.sch.id/merdeka.html
64. http://sman2-wng.sch.id/merdeka.html
65. http://www.sma1pekalongan.sch.id/merdeka.html
66. http://kimomibutik.com/admin/foto_berita/indonesia.htm
67. http://www.smart-v-indonesia.com/indonesia.php
68. http://kabar-kini.com/indonesia.htm
69. http://semestaberjaya.com/indonesia.php
70. http://tikjo.my-php.net/indonesia.php
71. http://www.pusatk3hiperkes.com/indonesia.htm

Perhatian : apabila menemukan artikel didalam blog ini dan mencoba salah satu web yang di atas, kemudian sudah tidak ada lagi pesan hacker tersebut berarti adminnya sudah memperbaiki keamananya, ataupun si panaruh file yang menghapus filenya sendiri, hehehe

Cara Cek Pulsa Berbagai Macam Operator


Bagi yang ingin mengecek pulsa dari beberapa macam operator silahkan cek ke nomor berikut

Berikut ini nomor untuk cek pulsa untuk masing-masing operator.

Simpati (0812, 0813, 0811)
Cek pulsa *888#

As (0852, 0853)
Cek pulsa *888#

Mentari (0815, 0816, 0858)
Cek Pulsa *555#
Paket SMS, GPRS *555*1#

Im3 (0856, 0857)
Cek Pulsa *388#
Paket SMS, GPRS *388*1#

XL (0817, 0818, 0819, 0859, 0878)
Cek Pulsa *123#

Three (0896, 0897, 0898, 0899)
Cek pulsa *111#

Axis (0831, 0838)
Cek Pulsa *888#

Fren (0885, 0886, 0887, 0888)
Cek Pulsa 999

Smart (0881, 0882, 0883, 0884)
Cek Pulsa *999*

Flexi
Cek Pulsa *99#

Star One
Cek Pulsa *555#

Esia
Cek Pulsa *955

Hepi
Cek Pulsa 999