LARANGAN IKLAN SUSU FORMULA di MEDIA


Menarik sekali pada hari minggu tanggal 26 oktober 2010 di Metro TV ada pembicaraan mengenai larangan penayangan iklan susu formula untuk bayi dan juga hal-hal mengenai kesehatan, dimana sebagai pembicaranya adalah ibu Endang Rahayu Sedyaningsih (Menteri Kesehatan), ibu dr. Utami Rusli(Direktur Lembaga Peningkatan penggunaan ASI), dan ibu Husna Zahir (Ketua YLKI), diskusi atau pembicaraan ini saya anggap menarik karena ternyata banyak sekali pengetahuan yang masih kurang yang beredar di masyarakat mengenai ASI atau yang lainnya.

 

Sekarang ini banyak sekali iklan mengenai susu formula di media tv atau yang lainnya, yang katanya menteri kesehatan ibu Endang Rahayu juga telah terbit peraturan pemerintah tentang larangan kerjasama petugas kesehatan baik swasta atau pemerintah untuk bekerjasama dengan produsen pembut susu formula, disini menjadi menarik, pertanyaannya sekarang dalam bentuk apa kerjasama diantara mereka, ternyata setiap rumah sakit umumnya dan khususnya telah mempunyai cara sendiri dalam kerjasama ini, setiap ibu yang baru melahirkan dan bayinya selama di rumah sakit sibayi akan di rawat di ruang khusus yang mana selama perawatan ini di beri minum susu formula, dengan harapan setelah keluar dari rumah sakit sibayi akan meminum susu formula merek tertentu dan tidak akan kemerek lain, karena sudah biasa dengan susu yang pertama.

 

Menurut ibu Utami Rusli dari lembaga Peningkatan penggunaan ASI sebenarnya harus di mengerti oleh setiap ibu atau bapak bahwa pemberian ASI harus dilakukan setelah bayi lahir sebelum satu jam. Kalau lewat dari itu tidak baik, maka sudah seharusnya setiap rumah sakit harus melakukan pemberian asi secepatnya, kasus yang sering terjadi biasanya oknum petugas ada yang enggan melakukan ini biasanya dibiarkan atau malah dilarang, maka apabila ada terjadi seperti ini dengan adanya peraturan yang baru ini diharapkan bisa dilaporkan ke Menkes dan hukumnya dalah secara administratife, malahan menteri kesehatnnya ib Endang menjanjikan akan dibuatkan Hotline khusus tentang ASI.

 

Lambaga YLKI ibu Husna Zakir mengatakan bahwa semua larangan iklan susu formula sebenarnya sudah ada peraturannya di UUD atau Peraturan Pemerintah, bahwa iklan yang boleh di tayangkan adalah iklan untuk bayi umur 6 bulan keatas, dibawahnya itu dilarang karena masa 1 sampai 6 bulan adalah harus dengan meminum air susu eksklusif ibu.

 

Pembicaraan di Metro TV ini juga interaktif dan banyak sekali penelpon salah satunya dari seorang bapak yang dulu bekerja sebagai relawan di BKKBN dia mengatakan menurut pengamatannya walaupun ini tidak ilmiah tapi bisa menjadi pengetahuan buat kita bahwa anak yang dibesarkan dari susu formula cenderung tidak peka dengan keadaan social apakah ini benar atau tidak menurut saya sebagai informasi dan ilmu juga tidak ada salahnya kalau kita berhati hati.

 

Meminum ASI sudah banyak sekali penelitian yang mengatakan itu adalah yang terbaik baik bagi pertumbuhan anak. Menurut penelitian yang dilakukan selama 14 tahun di autralia mengatakan bahwa anak yang meminum asi tingkat kecerdasannya meningkat baik dibandingkan dengan meminum susu formula, mungkin bangsa kita yang sumber dayanya manusianya menurun mungkin karena ini juga.

 

Sekarang yang menjadi permasalahan adalah bagaimana pemerintah melalui menteri kesehatan dan jajarannya mengkampanyekan iklan meminum air susu ibu, baik melalui media TV atau yang lainya ataupun dengan jalan penyuluhan ke masyarakat langsung bisa puskesmas dan bila perlu turun kedesa atau rt rw untuk melakukan informasi  tentang ASI, dengan tujuan agar para orang tua khususnya ibu dan bapak memahami bahwa seorang ibu itu wajib menyusui anaknya. Di Amerika pemahaman mengenai pemberian ASI kepada bayi lebih dipahami oleh bapak sebanyak 96 % daripada seorang ibu, kenapa bapak menjadi penting untuk memahami karena dalam memberikan asi dibutuhkan pemahaman bersama dari bapak dan ibu.

 

Sebagai sorang ibu jangan menjadi malu untuk memberikan ASI kepada bayinya, karena sekarang ini banyak sekali para ibu yang juga bekerja di kantor, sehingga menjadi kendala untuk memberikan ASI kepada bayinya. Dengan adanya informasi yang benar kedepan para orang tua tidak menjadi kendala lagi dalam menyusui bayinya. Rumah sakit dan tenaga medis tidak menjadi kendala dalam memberikan asi kepada bayi.

 

Awas penipuan lagi


Jaman sekarang ini sudah banyak sekali para pelaku kejahatan yang melakukan aksinya kejahatannya, yang mana ini dilakukan dengan  berbagai macam model aksi, sekarang ini kejahatan sudah semakin beragam mulai dari pencurian melalui media online, pembiusan dengan memberikan minuman atau makanan, bahkan sekarang ini dengan tanpa sadar kita bisa memberikan apa yang kita miliki kepada orang lain akibat kita dalam pengaruh orang tersebut, seperti orang yang di hipnotis, apapun namanya setiap yang dapat merugikan kita sudah sebaiknya kita hati-hati.

Satu contoh dari penipuan itu adalah dengan memberitahukan kita bahwa kita akan mendapatkan ribuan dolar dengan alasan yang bermacam macam, melalui internet e-mail, bahkan metode yang terbaru tidak melalui ini saja tapi juga melalui komentar di blog kita.

Sebagai contoh seperti yang ada di blog saya ini (baca komentar), kalau kita membaca ini sangat mengiurkan karena orang yang membuat komentar ini sangat pandai dalam merayu para korbannya, bagi saya ini merupakan sales letter yang menarik dan mengiurkan. Kenapa saya anggap penipu, ini bisa kita lihat dari link yang diberikan, ini nama domain yang terlihat kelewatan ngawur.

 

Kejahatan yang sering menimpa kita jaman ini tidak lagi dalam bentuk kekerasan saja tapi bisa dengan cara-cara yang halus, diantaranya

 

Sms berhadiah, kita harus mengirimkan beberapa rupiah untuk pajak atau administrasi untuk kelancaran proses pengurusan hadiah, atau pelaku akan menggiring korban ke atm untuk mengecek hadiah dan kita akan mentrasnfer uang,

Telepon Kecelakaan, kita akan di telpon bahwa kerabat kita atau anak kita sedang mengalamim kecelakaan dan kita harus membayar biaya adminstrasi untuk operasi mendadak.

Kejahatan Hipnotis, dijalan kita akan di tanya tentang sesuatu tempat atau apapun yang mana kita akan melakukan percakapan dengan orang tersbut.

Penawaran barang, menawarkan barang yang mahal dengan harga yang miring sekali, bisa berupa jam tangan, emas, atau apapun yang bisa menarik perhatian kita.

Memberi bonus, kita akan didatangi dirumah dan kita disuruh menunjukan beberapa produk barang yang kita pakai, dan kita harus menunjukan KTP untuk ditulis sebagai laporan ke perusahaan, bisa dari berbagai merek yang terkenal, seperti batu baterai atau yang lainna. Kita akan digiring untuk membeli beberapa barang dengan harga setelah dipotong bonus kita.

Menawarkan minuman atau makanan, biasanya ini merupakan metode pembiusan

 

Mungkin ini dulu, bagi siapa yang punya tambahan informasi bisa dishare, agar kedepan kita tidak menjadi korban.

Eduard Fonataba, Bupati di Papua yang Dapat Tiga Penghargaan Muri


Bupati yang Patut Dicontoh, Eduard Fonataba

Di tengah2 krisis keteladanan, negeri ini semakin terpuruk dengan bermunculannya para pemimpin yang sama sekali tidak patut menjadi teladan. Namun bagaikan satu di antara semilyar, ternyata ada Bupati yang patut menjadi contoh buat pemimpin2 lain. Namanya Eduard Fonataba, Bupati Kabupaten Sarmi, Papua.

Bupati ini memperoleh 3 penghargaan MURI sekaligus, yaitu
1. Fonataba dianggap membangun rumah paling banyak untuk rakyat.
2. Fonataba membeli truk paling banyak untuk rakyat.
3. Fonataba melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke luar daerah.

Eduard Fonataba, Bupati di Papua yang Dapat Tiga Penghargaan Muri
Selasa, 31 Agustus 2010 , 08:08:00
Awalnya Trenyuh Melihat Rakyat Berjalan Kaki 7 Kilometer

Tiga penghargaan sekaligus dari Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) diperoleh Bupati Sarmi, Papua, Eduard Fonataba. Pertimbangan pertama Muri, Fonataba dianggap membangun rumah paling banyak untuk rakyat. Kedua, dia membeli truk paling banyak untuk rakyat. Ketiga, dia melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke luar daerah.

KETIKA diberi ucapan selamat atas penghargaan yang diterima Sabtu lalu (28/8), Fonataba berekspresi biasa-biasa saja. Dia tak menganggap istimewa penghargaan tersebut. “Sebab, yang saya lakukan adalah kewajiban seorang pemimpin daerah,” kata pria kelahiran 6 Oktober 1951 tersebut.

“Untuk menjalankan amanat rakyat itu, waktunya terbatas. Saya sadar, tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin. Karena itu, waktu yang ada saya gunakan untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat,” tuturnya.

Fonataba mulai memimpin Kabupaten Sarmi pada 2005. Nama Sarmi diambil dari huruf depan suku-suku di sana, yakni Sobe, Airmati, Rumbuway, Manirem, dan Isirawa. Sarmi adalah kabupaten baru di Papua, hasil pemekaran Kabupaten Jayapura pada 2003. Mulai 2003?2005, Fonataba menjadi penjabat bupati. Baru pada 2005, dia secara resmi menjadi bupati.

Jadi, bapak empat anak tersebut adalah bupati pertama di kabupaten tersebut. Awal-awal menjadi kabupaten baru, kondisi Sarmi masih sangat memprihatinkan. Dari Kota Jayapura menuju Sarmi, saat itu belum ada jalan darat. Jadi, kalau hendak pergi ke Sarmi, seseorang harus menggunakan pesawat udara atau kapal laut.

Namun, kini Sarmi sudah berkembang. Perjalanan dari Kota Jayapura menuju Sarmi sudah bisa ditempuh lewat jalur darat. Waktu tempuhnya 6-7 jam. Fonataba menceritakan pengalamannya ketika dipercaya sebagai penjabat bupati Sarmi pada 2003. Kala itu, 330 di antara 365 hari dalam satu tahun selalu dia habiskan di tempat tugas.

“Sebagai daerah baru, kalau pemimpin tidak ada di tempat, sangat sulit membangun kepercayaan rakyat. Dengan selalu berada di tempat, bila ada masalah, pemimpin bisa langsung memecahkannya,” kata lulusan magister manajemen Universitas Hasanuddin pada 2002 itu.

Ketika ditanya soal gagasan pembangunan rumah untuk rakyat tersebut, Fonataba menjelaskan bahwa ide tersebut sebenarnya datang dari istrinya, Amelia Waromi. “Dia (sang istri) selalu setia mendampingi saya berkeliling dari satu desa ke desa lain,” papar dia.

Suatu ketika, Fonataba bersama istrinya melewati Kali Waskei di Kampung Bagaserwar. Saat itu malam, sekitar pukul 19.30 waktu setempat. “Kami melihat warga kampung itu pulang dari kebun yang jaraknya sekitar 7 kilometer dengan berjalan kaki,” paparnya. Ketika itulah istri Fonataba mengusulkan pembangunan rumah di dekat kebun warga tersebut. “Sejak saat itu, mulai 2006 dianggarkan pembangunan rumah rakyat bertipe 36 sebanyak seratus unit,” papar dia.

Sebanyak 50 rumah dibangun di Kampung Bagarserwar dan 50 unit lagi didirikan di Kampung Kasukue. Rumah-rumah tersebut dibangun di atas tanah adat masyarakat setempat. Yang menentukan lokasi pembangunan rumah itu adalah ondoafi (tokoh adat) dan kepala kampung. Dengan begitu, diharapkan tidak ada masalah di kemudian hari.

Diceritakan, setiap rumah itu diberi dua tempat tidur, lampu solar cell, dan sumur. “Setelah rumah jadi, kami melihat anak-anak belajar di rumah masing-masing di bawah cahaya lampu dari solar cell tersebut. Sungguh kami terharu saat itu. Sebab, di tengah hutan yang sebelumnya gelap, kini mereka mulai merasakan sedikit kemajuan,” tutur penerima penghargaan Satyalancana Pembangunan pada 2009 tersebut.

Dari situlah, pada 2007 dianggarkan lagi pembangunan 600 lebih rumah rakyat. Kemudian, pada 2008 juga dibangun 600 unit lebih rumah itu. Akhirnya, pada 2010 telah dibangun 2.499 rumah rakyat. “Untuk satu kali tahun anggaran, biaya (pembangunan rumah rakyat) sekitar Rp 80 miliar dari dana alokasi umum (DAU). Untuk satu unit rumah, dianggarkan Rp 120 juta. Ada pula yang Rp 140 juta, bergantung tingkat kesulitan daerah. Namun, sekarang transportasi darat sudah lancar sehingga anggaran rata-rata untuk per unit rumah Rp 100 juta,” terang alumnus IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) pada 1987 tersebut.

Rumah-rumah itu dibangun di pinggir jalan. Tujuannya, rakyat mudah mengakses alat transportasi untuk memasarkan hasil kebun. Jarak rumah yang satu dengan lainnya 100 meter. Halaman rumah digunakan untuk menanam bunga. Tanah di samping kanan atau kiri rumah dimanfaatkan untuk menanam ubi-ubian dan sayuran. Selain itu, lahan di belakang rumah digunakan untuk berkebun.

Setelah masyarakat mempunyai rumah dan kebun yang sudah menghasilkan, harus ada alat transportasi untuk memasarkan hasil kebun tersebut. Karena itu, harus ada truk. “Kami mulai mengadakan program bantuan truk ke kampung-kampung pada 2007. Kemudian, menyusul pengadaan truk pada 2008, 2009, dan 2010. Karena itu, sekarang telah ada 48 truk,” jelas dia.

Pada dua tahun pertama, pemda masih memberikan bantuan untuk perawatan truk itu. Namun, pada tahun ketiga, pemerintahan di daerah tersebut sudah berjalan sendiri.Tiga hari truk-truk tersebut digunakan untuk memasarkan hasil kebun ke Kota Sarmi maupun Jayapura. Kemudian, tiga hari sisanya, truk dimanfaatkan untuk mencari uang. Dengan begitu, masyarakat bisa membeli solar, membayar sopir, maupun membiayai perawatan truk. “Memang berat. Tetapi, sekarang sudah ada tiga kampung yang mampu beli truk lagi,” ungkap dia.

Di wilayah Sarmi, awalnya ada 58 kampung. Kemudian, ada pemekaran sehingga menjadi 86 kampung. Yang mendapatkan bantuan truk itu adalah kampung-kampung induk. Soal penghargaan ketiga dari Muri karena termasuk pejabat yang melakukan kunjungan kerja paling sedikit ke daerah, dia menganggapnya biasa saja. Selama lima tahun menjadi bupati, dia mengatakan hanya empat kali melaksanakan kunjungan dinas ke luar daerah. Seluruh tujuan kunjungan itu adalah Jakarta. “Bahkan, dua tahun saya tidak pergi ke Jakarta, yaitu 2008 dan 2010,” tegas penerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha pada 2010 tersebut.

Itu tentu sangat berbeda dengan bupati-bupati lain di Papua, yang sangat sering pergi ke Jakarta. Bahkan, di antara mereka, ada bupati yang selalu menghabiskan weekend di Jakarta. Seringnya, para bupati tersebut pergi ke Jakarta dengan alasan melobi pemerintah pusat.

Mengapa tidak melobi pemerintah pusat seperti bupati lain? Dengan tegas, Fonataba menyatakan, sekarang lobi tidak diperlukan lagi. Sebab, aturan sudah jelas. “DAU dan DAK (dana alokasi khusus) sudah jelas. Jadi, tidak ada begitu-begitu lagi. Dulu, boleh begitu. Tapi, sekarang mereka (pemerintah pusat) melihat hasil kerja kami. Kalau kami kerja baik dan laporan dikirim secara rutin, DAU dan DAK pasti ditetapkan. Jadi, untuk apa sebenarnya ke Jakarta” ucap dia. “Kalau semua bupati datang, lalu dikasih arahan, itu kan hanya bersifat seremonial. Lebih baik melihat kesulitan rakyat,” imbuh dia.

Tiga penghargaan dari Muri tersebut dia persembahkan kepada semua masyarakat Sarmi. (c11/kum)

Sumber info : http://www.jpnn.com/index.php/jpnn_n…etail&id=71354

Alexa Rangking or Google Page Rank ?


sebelum kita berbicara tentang page rangk atau alexa rangking atau apapun namanya sedikit harus kita ketahui bahwa alexa dan google page rank mempunyai cara penilaian yang berbeda, kalau alexa makin kecil nilainya makin bagus website atau blognya, begitu juga sebaliknya di google page rank yang dinilai dari 1 sampai 10, Bloger yang webnya di angka 4-10 maka webnya dianggap baik, apakah alexa pagerangking berpengaruh terhadap google pagerank? Bagi saya ini tidak ada pengaruhnya sama sekali. Tapi bagi sebagian bloger yang menguangkan blog mereka sudah pasti akan menolak apa yang telah saya kemukakan, kenapa karena mereka akan mendapatkan uang tergantung dari permintaan pengkiklan apakah mensyaratkan alexa atau page rank google yang baik, sampai disini saya kira sudah bisa dipahami, hehehe.

Sebagai contoh ilustrasi blog saya berikut

https://yapono.wordpress.com mempunyai Alexa 900.000, Google Pagerank 3

http://yapono.com mempunyai Alexa 1 Jt, tapi anehnya Google Pagerangk 0. hehehe

berarti ada perbedaan, oleh karena itu sebenarnya content yang penting dan banyak yang dicari di web atau blog kitalah  yang akan membuat pagerank google kita meningkat, ini karena para bloger akan mencari kata atau judul yang mereka inginkan di search engine seperti google, dan kemudian google akan mengindexkan apa yang mereka cari, kata kata kerennya menquery apa yang didapat dari blog kita, makin banyak query yang didapat, secara otomatis page rank google kita akan semakin tinggi.

Untuk menigkatakan pagerank khususnya wordpress silahkan baca artikel berikut

Tingkatkan Google Pagerangk dan Alexa

Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hamper bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh

masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. Ohho…menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini
penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun

Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang,

maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Salam dari Kasih sayang