BELANDA, PERTAHANAN TERAKHIR PEROKOK DI EROPA


Den Haag – Belanda sejak lama dikenal sebagai negeri penuh kebebasan, termasuk kebebasan bagi perokok. Namun, mulai 1 Juli 2008 nanti, Belanda mengetatkan aturan bagi perokok.

Negeri yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun itu akan mengikuti langkah rekan-rekan Eropanya yang lain, melarang merokok di kafe dan restoran. Pertahanan terakhir perokok di Eropa ini akhirnya jebol.

Seperti dilansir AFP, Minggu (29/6/2008), terjadi pro-kontra mengenai pemberlakuan aturan baru ini. Masing-masing kubu mengajukan statistik dan argumentasi memperkuat pendapatnya.

Biro penelitian kesehatan Belanda, Nivel, menemukan pelarangan merokok di kafe dan restoran ini akan mendatangkan pelanggan baru sebanyak 800 ribu, yang merupakan pengidap asma dan bukan perokok.

“18 Persen bilang mereka akan mengunjungi kafe agak teratur, 20 persen bilang akan mengunjungi lebih sering. Hanya di bawah 45 persen yang mengatakan pelarangan tak akan membuat perubahan,” bunyi pernyataan Nivel.

Namun pemilik restoran dan bar tak percaya data itu. Bersekutu di bawah bendera “Selamatkan usaha hotel, restoran dan kafe kecil”, mereka berencana menggugat undang-undang baru itu. 1 Juli 2008 itu juga, mereka akan mendaftarkan gugatan.

“Pelarangan merokok adalah pelanggaran atas budaya masyarakat,” kata kelompok tersebut di situsnya.

Kelompok ini mengutip penurunan penjualan sebesar 10 persen restoran dan kafe di Bandara Schipol, Amsterdam, yang telah memberlakukan pelarangan merokok sejak 1 Januari.

Pendukung lobi merokok menyebut undang-undang baru ini sebagai “Tidak-Belanda” dan patriarkis. Seharusnya, bisnis restoran dan kafe memperlakukan semua pelanggan, perokok dan bukan perokok, dengan sama baiknya.

“Pemilik bisnis kafe dan restoran harusnya bisa memutuskan siapa yang mereka bolehkan masuk ke dalam wilayah milik mereka,” kata kelompok lobi itu.

Penentangan juga dilakukan berbagai aktivis libertarian. Mereka menggelar aksi dan pada Senin nanti akan membagi-bagikan rokok dan cerutu secara gratis.

Statistik menyatakan, perokok di Belanda turun 100 ribu orang sejak 2000, atau tinggal kurang dari seperempat populasi Belanda yang masih merokok.

Banyak negara di Eropa telah memberlakukan larangan merokok di tempat-tempat umum. Berikut beberapa bentuk larangan merokok di negara-negara Eropa lainnya:

– Inggris: Merokok dilarang di tempat umum dan tempat kerja sejak 1 Juli 2007, beberapa bulan setelah Wales dan Irlandia Utara memberlakukan hal yang sama.

– Denmark: Merupakan negara Skandinavia terakhir yang melarang merokok. Pada Agustus 2007, Denmark melarang tembakau di bar, kafe dan restoran yang luasnya lebih dari 100 meter persegi.

– Prancis: Negara ini memulai 2008 dengan melarang merokok di kafe, restoran, dan bar. Perokok yang melanggar ini didenda 450 euro, sementara si pemilik bisnis didenda sampai dengan 750 euro.

Jerman: 1 Januari 2008, Jerman melarang merokok di bar dan restoran.

Yunani: Negeri dengan rata-rata perokok tertinggi di Eropa (45 persen orang dewasa), merupakan yang pertama di Eropa melarang merokok di tempat umum pada 2002.

– Irlandia: Aksinya melarang merokok di pub pada Maret 2004 membuat efek domino ke seluruh penjuru Eropa.

– Italia: Sejak Januari 2005, orang Italia terpaksa menikmati espresso dan cappucino tanpa rokok di kafe, restoran dan tempat umum lainnya.

– Norwegia: Beberapa bulan setelah Irlandia bebas rokok, Norwegia mengikutinya dengan melarang merokok di bar, restoran dan di tempat kerja hanya bisa merokok di tempat khusus. Aturan ini berlaku mulai 1 Juni 2004.

– Portugal: Juni 2007, Portugal memberlakukan larangan merokok yang mirip Prancis. Berlaku mulai 1 Januari 2008, larangan ini memberikan kesempatan pada bar yang kurang dari 100 meter persegi luasnya untuk memilih.

– Spanyol: Penjualan rokok menurun setahun setelah larangan merokok di tempat kerja berlaku pada 1 Januari 2005.

– Turki: Mei 2008 ini, larangan merokok di tempat umum berlaku efektif.

– Malta, Swedia, Latvia, Lithuania, Estonia, Belgia and Islandia juga telah mengadopsi undang-undang anti-tembakau namun fokusnya pelarangan di tempat kerja. ( aba / nwk )

Dari Rokok ke Jurang Narkoba


Seorang remaja bertubuh kurus duduk menunggu di emperan Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin. Heri, nama anak itu, adalah pecandu narkoba. Ia sedang menanti giliran untuk mendapatkan metadon, sejenis heroin sintetis yang dikonsumsi pengguna narkoba sebagai pengganti putaw (heroin).

Remaja berumur 16 tahun itu mengaku frustasi tak bisa lepas dari putaw. Berkali-kali ia keluar masuk panti rehabilitasi. Hasilnya, Heri tetap tergantung pada heroin. Sejak tiga bulan lalu Heri menjalani terapi metadon di puskesmas itu. Metadon yang dikonsumsi dengan cara diminum itu diharapkan bisa mengurangi dampak negatif akibat pemakaian putaw. ”Gue sudah pake ganja sejak kelas satu SMP. Kelas dua SMP mulai make putaw,” cerita Heri.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu mengaku memulai pakai narkoba dari merokok. Sejak kelas lima SD ia sudah mulai mengenal asap tembakau. ”Dari ngrokok itu gue kenal narkoba. Udah pake (narkoba, red), nggak bisa lepas sampe sekarang,” tutur Heri yang hanya sempat menamatkan bangku SMP.

Eko (17 tahun) yang ditemui di tempat sama, juga mengaku mulai mengenal narkoba dari rokok. Sejak umur 10 tahun Eko menghisap asap tembakau. Ia mulai dari mencoba rokok milik ayahnya yang memang ‘ahli hisap’. ”Awalnya sih sembunyi-sembunyi. Tapi, waktu SMP saya sudah berani terang-terangan, ” tuturnya.

Setahun merasakan asap rokok, jiwa muda Eko ingin menikmati petualangan yang lebih ‘menantang’. Sampai suatu hari teman sekolahnya mengenalkan dengan ganja. Tak sampai dua bulan mencoba ganja, Eko kemudian dikenalkan dengan putaw, juga oleh temah sekolahnya. ”Sejak itu hidup saya jadi tak karuan. Tiap hari maunya nyari putaw. Semua berantakan, sekolah berantakan. Hidup saya hancur,” tuturnya remaja yang tak lagi sekolah ini.

Pecandu narkoba lainnya yang ditemui di tempat yang sama, juga mengakui mengenal narkoba dari merokok. Sampai saat ini mereka pun masih tak bisa lepas dari asap tembakau. ”Saya nggak sadar, seperti masuk jalan tol. Ngrokok dulu, trus nyimeng (menghisap ganja), lalu nyuntik (memakai putaw dengan jalan suntik). Ujungnya bisa kena AIDS, mati,” kata Lina pecandu lainnya sambil nyengir.

Banyak remaja seperti Heri, Eko, dan Lina yang tak menyadari dari awal, rokok bisa menjerumuskan mereka menjadi junkies (sebutan untuk pecandu narkoba, red). Memang perokok tak otomatis menjadi pecandu, namun menurut mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohammad, penelitian para ahli sudah melihat kecenderungan ke arah itu.

Penelitian Universitas Columbia (2005-2007) mendapatkan hasil, remaja perokok 15 kali lebih besar kemungkinannya untuk memakai narkoba dibandingkan tidak mereka yang tidak merokok. ”Jadi merokok itu itu gerbang untuk jadi pecandu narkoba,” kata Kartono dalam seminar tentang bahaya rokok di Kwarnas Gerakan Pramuka Jakarta beberapa waktu lalu. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) pada tahun 2001, mendapati 60 persen pecandu narkoba memulai dengan merokok, lalu ganja. Penelitian itu dilakukan melalui wawancara dengan lebih dari 600 pecandu kronis.

Kartono menjelaskan, nikotin yang terkandung dalam rokok memicu reseptor adiktif di dalam otak. Makin banyak rokok dikonsumsi, membuat reseptor adiktif di otak makin banyak. Hal ini membuat ada perasaan kurang, dan ingin mengonsumsi lebih banyak. ”Akhirnya perokok akan mencoba bahan adiktif yang lebih kuat, yakni narkoba. Itulah yang menyebabkan banyak perokok yang kemudian memakai narkoba,” tuturnya.

Al Bachri Husin, Ketua Perhimpunan Dokter Seminat Adiksi Indonesia (PDASI) menambahkan, makin muda seseorang merokok makin mudah ia mengalami ketergantungan. ”Dampaknya akan makin susah untuk berhenti dari ketergantungan itu,” tutur Al Bachri yang juga psikiater itu.

Celakanya, kini anak muda yang menghisap rokok di Indonesia makin bertambah banyak. Data dari Global Youth Tobacco Survey WHO pada 2006 menyebutkan, tiga dari 10 pelajar SMP di Indonesia (30,9 persen) mulai merokok sebelum umur 10 tahun. Kini tak kurang dari 37,3 persen anak-anak usia 13 hingga 15 tahun sudah terpapar asap tembakau. Laju pertumbuhan remaja perokok di Indonesia diperkirakan mencapai 17,2 persen atau yang tercepat di dunia.

Sejalan dengan itu, jumlah pengguna narkoba juga makin membludak. Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkirakan pada tahun 2006 jumlah pemadat mencapai 3,6 juta orang. Kebanyakan mereka berusia 15-25 tahun. Masalah rokok dan narkoba makin berkelindan. Daya rusak rokok sudah diketahui secara luas dapat memicu kanker dan kematian. Tak kurang 5,4 juta orang mati karena rokok pada tahun 2006. Sedangkan narkoba, tidak hanya berdampak pada kesehatan, juga menimbulkan berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata dalam satu kesempatan menyatakan sebanyak 70 persen napi lembaga kemasyarakatan saat ini terkait dengan kasus narkoba. Narkoba, kini juga jadi penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS.

Perlu keseriusan
Tingginya perokok di kalangan remaja, menurut Fuad Baraja dari Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), karena mereka memang menjadi target promosi. Produsen rokok sangat berkepentingan untuk menggaet anak muda. Alasannya, pertama, produsen rokok perlu regenerasi perokok yang sudah mati. Kedua, dengan perokok yang masih muda, akan memperpanjang durasi pemakaian merokok. Terakhir, adalah soal loyalitas. ”Biasanya perokok akan loyal pada merek pertama yang dia hisap,” kata Fuad yang juga bintang sinetron.

Fuad juga menyoal gencarnya iklan rokok di televisi. Hingga kini tidak ada pengaturan mengenai tayangan iklan rokok di layar kaca. Pemutaran film anak-anak di TV dilakukan pada jam tayang iklan rokok. ”Di seluruh dunia, iklan rokok di TV hanya ada di Indonesia,” ungkap Fuad. Efek rokok tidak terjadi seketika. Inilah yang sering tidak disadari para remaja. Remaja menurut Fuad, tidak tahu bahwa merokok itu adalah perilaku berisiko yang bisa membawa mereka ke jurang narkoba.

Sayangnya, pemerintah seperti menganggap masalah ini ‘angin lalu. Pemerintah, tutur Fuad, tidak memberikan edukasi yang cukup tentang bahaya merokok. Hingga kini, pemerintah Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia yang tidak meratifikasi Konvensi Kerangka Pengawasan Tembakau (Framework Convention Tobacco Control atau FCTC).

Inti dari dari konvensi FCTC adalah mengatur sistem secara berkala untuk menurunkan kadar nikotin dalam rokok. Caranya dengan menaikkan cukai rokok dan membatasi area bebas rokok. Dengan cara ini diharapkan populasi konsumen rokok akan terpangkas. ”Pemerintah hanya menganggap rokok itu sumber devisa, bukan bencana,” cetus Fuad mengeritik.

Al Bachri yang juga mengelola pusat rehabilitasi pecandu narkoba, mengusulkan agar pengetahuan mengenai bahaya merokok diberikan kepada remaja melalui sekolah. Selama ini para remaja tidak cukup mendapat informasi mengenai bahaya merokok. ”Berikan pendidikan tentang bahaya merokok secara jelas dengan bukti-bukti akibatnya. Jangan menakut-nakuti, ” sarannya.

Fuad menambahkan cara terbaik untuk menghindarkan konsumsi rokok adalah tidak memulainya. Dalam hal itu peran orang tua, guru, dan artis yang menjadi biasanya menjadi panutan remaja, sangat besar. Ia menyarankan agar mereka tidak merokok di depan anak-anak. ”Usahakan berhenti, kalau tidak bisa, minimal jangan merokok di depan anak-anak.”

Kartono mengingatkan, masalah rokok di kalangan remaja Indonesia menjadi ancaman sangat serius di masa mendatang. Semua pihak menurutnya harus bekerja sama mengatasi masalah ini. ”Jika kita tidak serius mengatasinya, dua puluh tahun mendatang generasi kita akan menjadi generasi yang terendah di dunia. Bangsa kita akan jadi bangsa yang dikendalikan bangsa lain,” kata Kartono memperingatkan. sbt


Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republik a.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republik a.co.id/Cetak_ detail.asp? id=333949&kat_id=13

MINUMAN ISOTONIK -SeHaT aPa TidAk?


Minggu, 29 Juni 2008 | 01:09 WIB
Lusiana Indriasari.

Minuman isotonik semakin gencar menyerbu pasaran. Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dalam waktu singkat. Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat berbahaya apabila dikonsumsi sembarangan.
Sebuah iklan minuman isotonik di televisi mengatakan, ion di dalam isotonik mampu menjaga kelembapan kulit dan tubuh lebih baik daripada air biasa. Iklan lain menyebutkan, kehilangan dua persen cairan tubuh akan menurunkan stamina dan konsentrasi.
Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Fransiska Rungkat Zakaria, mengatakan, iklan produk isotonik sebagian menyesatkan masyarakat.
Di iklan, seolah-olah isotonik bisa diminum siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Padahal, Fransiska mengingatkan, isotonik tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium (NaCl).
”Coba perhatikan labelnya, pasti ada kandungan Na dan Cl nya,” tutur Fransiska. Ia menambahkan, minuman isotonik itu tidak lain adalah larutan garam. Oleh produsennya, larutan itu kemudian diberi tambahan zat lain, seperti vitamin.
Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya juga tidak hanya terkandung pada isotonik. Setiap garam yang dilarutkan dalam air, kata Fransiska, pasti akan berubah menjadi ion Na dan ion Cl. ”Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan ion dalam isotonik itu sama saja,” tutur Fransiska.
Karena berisi garam, isotonik tidak boleh diminum sembarangan. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. ”Bila sudah kena hipertensi, tinggal menunggu saja bagian tubuh mana yang jebol duluan,” kata Fransiska.
Dari makanan
Apabila tubuh kita berkeringat, natrium dan klorida yang terkandung dalam cairan tubuh ikut keluar melalui pori-pori kulit. Jika kedua zat itu tidak digantikan, sel-sel tubuh kita lama-lama akan rusak dan mati.
Persoalannya, dari manakah zat natrium dan klorida itu diperoleh? Apakah harus dari minuman isotonik? Jawabannya, tidak.
Menurut Fransiska, makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama keringat. ”Setiap kali masak, kita selalu menggunakan garam. Itu sudah cukup untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh. Bahkan berlebih,” papar Fransiska.
Ia mengingatkan, dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50-100 mg. Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa.
Apabila kita memasak tanpa garam, kebutuhan natrium dan klorida juga sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan. Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg natrium, sementara setiap 10 ons nasi mengandung 10 mg natrium.
Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan, buah, dan sayur, juga mengandung natrium. ”Karena itu, pada kondisi normal, kita tidak perlu lagi mengganti cairan tubuh dengan isotonik,” kata Fransiska.
Fransiska mengingatkan, isotonik lebih cocok dikonsumsi atlet yang menggeluti olahraga berat. Pada atlet olahraga berat, kebutuhan sodium memang lebih tinggi dari orang biasa, yaitu 5-7 gram per hari.
Meski begitu, sebaiknya dihitung lebih dulu apakah natrium dan klorida yang dibutuhkan atlet bersangkutan sudah cukup didapat dari makanan yang dikonsumsi. Bila masih kurang, boleh saja ditambah dengan isotonik.
Di negara maju, kata Fransiska, ada lembaga yang meneliti dan menghitung berapa jumlah natrium pada makanan yang dikonsumsi atlet. Hasilnya, menu makanan yang dihidangkan tiga kali sehari itu sudah mengandung 6 gram natrium.
Mengecoh
Meski isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, beberapa iklan produk isotonik justru memakai model orang biasa (bukan atlet) sebagai konsumen isotonik. Minuman isotonik itu juga ditenggak pada kondisi biasa saja, seperti terjebak macet yang tidak selalu identik dengan keluarnya ion-ion tubuh secara berlebihan. Bahkan disebutkan, tanpa menyebut kondisinya, isotonik lebih baik dari air biasa.
Menurut Fransiska, iklan semacam itu sangat menyesatkan masyarakat. Produsen boleh saja menarik pembeli dengan iklan yang kreatif, tetapi dalam iklan juga harus dicantumkan informasi yang jelas, bukan informasi menyesatkan.
Produsen seharusnya juga mencantumkan peringatan minuman itu mengandung garam. Agar konsumen bisa mengambil keputusan terbaik, harus disebutkan pula berapa jumlah garam yang dibutuhkan manusia per harinya.
”Memang produsen akan ribut. Kalau label itu diberlakukan, produk mereka tidak akan laku. Meski demikian, jangan karena kepentingan ekonomi, kesehatan masyarakat dipertaruhkan,” kata Fransiska. Jadi, meski kelihatannya menyegarkan, hati-hati bila ingin mengonsumsi isotonik.

MISKIN KOK BISA MEROKOK?


Dari Lembaga PEnanggulangan Masalah Rokok

Saudara saudaraku kaum Muslimin ,
Akhir akhir ini saya melihat ummat ini sedang kebingungan tentang masalah rokok ini.
Namun saya juga melihat , mayoritas yang bingung itu adalah para perokok. Mereka lalu berusaha mencari pembenaran untuk sesuatu yang jelas jelas salah.
Mari kita berfikir jernih .
Hampir seluruh negara di dunia yang sebagian besarnya adalah non muslim telah “mengharamkan” rokok.
Mereka membuat aturan aturan yang ketat yang harus dipatuhi oleh Industri rokok.
Mereka juga membuat aturan yang mengharuskan peningkatan cukai rokok sehingga harga rokok sangat mahal dan tak terjangkau oleh mereka yang miskin.
Saudara saudaraku ,
Ada 70.000 literatur ilmiah telah membuktikan secara haqqul yakin keterkaitan rokok dengan sedikitnya 26 jenis penyakit berbahaya.
Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk membeli rokok.
Saat ini ada sekitar 70 juta perokok di Indonesia. Bila 80 persennya muslimin , berarti ada sekitar 56 juta muslimin perokok.
Bila mereka merokok rata rata satu bungkus saja seharga 5 ribu saja , maka uang yang kesedot ke kantong kantong taipan rokok itu minimal 250 Milyar perhari. Berarti dalam setahun , muslimin perokok ini membakar hampir seratus TRILYUN …
Padahal mayoritas perokok adalah orang miskin. Jadilah muslimin yang miskin semakin miskin dan para taipan industri rokok itu menjadi orang orang terkaya disini.
Saudara saudaraku kaum muslimin …
Bangunlah … Bangunlah dari tidur lelap yang panjang ini . Mengertilah bahwa para kuffar itu tidak mampu melawan kita secara fisik karena semangat jihad yang tertanam di dada kita . Itulah sebabnya mereka menggunakan cara cara ini untuk melemahkan , memiskinkan dan membodohkan ummat Islam.
Rokok itu candu . Semua orang di dunia merokok karena kecanduan .. titik … tidak ada sebab lain. Percayalah…
Saya pernah melihat dan mendengar langsung dari mulut seorang nelayan miskin yang merasa tak mampu menyekolahkan anaknya , yang mengatakan bahwa baginya , lebih baik anaknya berhenti sekolah daripada dia harus berhenti merokok.
Saya pernah tahu , banyak saudara saudara kita para tukang OJEK yang harus kehilangan pekerjaannya karena motornya ditarik oleh perusahaan leasing karena tak mampu bayar cicilan bulanan yang hanya sekitar 250 ribu rupiah , padahal biaya rokoknya sehari minimal 8 ribu rupiah.
Saya juga pernah melihat , sebagian saudara saudara kita yang kurang beruntung , tinggal di tempat tempat yang tidak layak huni , padahal biaya rokoknya perbulan tak kurang dari harga sewa sebuah rumah petak kontrakan yang layak.
Lihatlah ke arah para balita yang menderita busung lapar dan kurang gizi . Mayoritas mereka juga muslimin.
Masa depan mereka juga terancam karena batok kepala mereka tumbuh lebih besar daripada sel sel otaknya. Alasannya jelas , katanya bapaknya tidak mampu membeli susu , padahal rokok bapaknya sehari dua bungkus Dji Sam Soe.
Ini adalah LOST GENERATION saudaraku.
Adakah yang lebih absurd dari cara berpikir mereka yang terus ngeyel , mendebat , mencemooh dan mencibir saudaranya yang lain , yang menunjukkan kebenaran tentang nikotin , dan bahkan menuduh mereka ahli Bid’ah atau bermadzhab Wahabi ?
Allah yahdinaa wa iyyaakum.

Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah al-Qadiyan


Di antara pokok-pokok ajaran Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut.
1.      Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran 
India yang mengaku menjadi nabi, adalah nabinya. 
2.      Mengimani dan meyakini bahwa "Tadzkirah" yang merupakan kumpulan sajak 
buatan Mirza Ghulam Ahmad itu adalah kitab sucinya. Mereka menganggap bahwa 
wahyu adalah yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. 
3.      Mengimani dan meyakini bahwa kitab "Tadzkirah" derajatnya sama dengan 
Alquran. 
4.      Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan 
diutusnya Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bw risalah kenabian terus 
belanjut sampai hari kiamat. 
5.      Mengimani dan meyakini bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat 
suci sebagaimana Mekah dan Madinah. 
6.      Mengimani dan meyakini bahwa surga itu berada di Qadian dan Rabwah. 
Mereka menganggap bahwa keduanya sebagai tempat turunnya wahyu. 
7.      Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah, 
namun laki-laki Ahmadiyah boleh menikah dengan wanita di luar Ahmadiyah. 
8.      Haram hukumnya salat bermakmum dengan orang di luar Ahmadiyah. 
 
Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, 
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc
 
Ahmadiyah al-Qadiyan 
Ahmadiyah al-Qadiyan adalah suatu aliran yang bertendensi Islam yang bernaung 
di bawah seorang pemimpin yang mengaku menjadi nabi, yang tercetus pertama kali 
dari negeri India.
Dr. Muhammad Iqbal, penyair terkenal dan sedaerah dengan pendiri aliran 
Ahmadiyah al-Qadiyan, mengatakan, "Qadianisme suatu organisasi yang berusaha 
untuk menciptakan golongan baru berdasarkan kenabian untuk menyaingi kenabian 
Muhammad saw." 
 
Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret 
1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India. 
 
Pendiri Jemaat Ahmadiyah adalah salah seorang penulis buku yang produktif, yang 
dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India pada akhir 
kekuasaan pemerintahan Sikh. 
 
Pengikut Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan menyejajarkan imamnya yang mengaku sebagai 
nabi dengan derajat Nabi isa a.s., musa a.s., dan Nabi dawud a.s. 
 
Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada jam 10.30 tanggal 26 Mei 1908 M akibat 
teserang penyakit kolera. (Mirza Basyaruddin, Tuhfad Shad Zada, hlm. 34). 
 
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dan saat ini 
telah tersebar ke berbagai daerah di wilayah Republik Indonesia, bahkan telah 
mempunyai sekitar 300 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, 
Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll. 
 
Saat ini Jamaah Ahmadiyah al-Qadiyan berpusat di Parung, Bogor, Jawa Barat, 
dengan gedung yang megah dan dilengkapi dengan peralatan yang canggih, serta 
perumahan seluas sekitar 15 hektar yang terletak di pinggir jalan raya Jakarta 
Bogor lewat Parung. 
Sumber Hukum Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan 
 
Aliran ini mengakui dirinya bersumber dari: 
1. Alquranul Karim. 
2. At-Tazkhirah, yaitu sebuah buku yang memuat sajak-sajak buatan Mirza Ghulam 
Ahmad yang diyakini oleh para pengikutnya sebagai Alquran atau kitab suci yang 
diterima Mirza Ghulam Ahmad dari Allah SWT. Karena, Mirza ghulam Ahmad mengaku 
menerima wahyu dari Allah SWT. 
3. Hadis Nabi saw. 
4. Hadis buatan Mirza Ghulam Ahmad. Kitab hadis ini berisi petunjuk-petunjuk, 
hokum-hukum, perintah-perintah, dan larangan-larangan, halal, haram, dll. yang 
semuanya adalah perkatan Mirza Ghulam Ahmad, namun mereka meyakininya sebagai 
hadis. 
5. Petunjuk Huzur, yaitu petunjuk Khalifah Ahmadiyah al-Qadiyan. 
 
Jumlah Kibat Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan 
 
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kitab suci yang Allah turunkan ke 
dunia kepada para nabi dan rasul-Nya ada lima. 
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa. 
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud. 
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa. 
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw. 
5. Kitab At-Tazkirah, diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. 
 
Anggapan Ahmadiyah al-Qadiyan ini tentunya menyalahi akidah Islam, yang Allah 
hanya menurunkan empat buah kitab suci selain suhuf kepada para nabi dan 
rasul-Nya, yaitu sebagai berikut. 
1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s. 
2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud a.s. 
3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa a.s. 
4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw. 
 
Dan, perlu diketahui bahwa kitab At-Tadzkirah yang diyakini oleh Jemaat 
Ahmadiyah al-Qadiyan sebagai kitab suci itu hanyalah kumpulan sajak-sajak 
buatan Mirza Ghulam Ahmad yang mencampuradukan dengan ayat-ayat suci Alquran. 
Mirza Ghulam Ahmad telah membajak sejumlah ayat-ayat Alquran yang kemudian 
disesuaikan dengan alirannya dan dimasukkan dalam sajak-sajaknya, namun lucunya 
kumpulan sajak itu dikatakan kitab suci. 
 
Jumlah Nabi dan Rasul menurut Ahmadiyah al-Qadiyan 
 
Jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani dan diyakini oleh aliran ini adalah 26 
nabi. Adapun menurut ajaran Islam yang benar, jumlah nabi dan rasul yang wajib 
diimani adalah sebanyak 25, sebab setelah Nabi Muhammad saw. sudah tidak ada 
lagi nabi sesudahnya. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Akan tetapi, 
aliran Ahmadiyah al-Qadiyan ini meyakini ada satu lagi rasul yang wajib 
diimani, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. 
 
 
Nama-Nama Bulan menurut Ahmadiyah al-Qadiyan 
 
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan membuat nama-nama bulan sendiri yang berbeda dengan 
nama-nama bulan yang telah ditetapkan oleh Islam. Nama-nama bulan versi 
Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut. 
1. Suluh 
2. Tabligh 
3. Aman 
4. Shahadah 
5. Hijrah 
6. Ihsan 
7. Wafa' 
8. Dhuhur 
9. Tabuk 
10. Ikha' 
11. Nubuwwah 
12. Fattah 
 
Adapun nama-nama bulan yang ditetapkan oleh Islam adalah sebagai berikut. 
1. Muharram (Muharam) 
2. Shafar (Sapar) 
3. Rabi'ul Awwal (Rabiulawal) 
4. Rabi'ul Akhir (Rabiulakhir) 
5. Jumadil Awwal (Jumadilawal) 
6. Jumadil Akhir (Jumadilakhir) 
7. Rajab (Rajab) 
8. Sya'ban (Syaban) 
9. Ramadhan (Ramadan) 
10. Syawwal (Syawal) 
11. Dzulqaidah (Zulkaidah) 
12. Dzulhijjah (Zulhijah) 
 
Tanah Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan 
 
Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan berkeyakinan bahwa tanah suci dan tempat menunaikan 
ibadah haji, selain di Mekah (Kakbah), juga di Rabwah dan Qadian India. Mereka 
meyakini bahwa Qadian di India adalah tempat suci selain Makkah al-mukarramah 
dan Madinah al-munawarrah, karena menurutnya Allah SWT telah memilih tempat 
tersebut untuk menurunkan wahyu-wahyu-nya yang diturunkan kepada Mirza Ghulam 
Ahmad, sebagaimana disebutkan dalam wahyu versi Mirza Ghulam Ahmad, 
"Sesungguhnya telah kami turunkan kitab suci (Tadzkirah) di Qadian dan dengan 
kebenaran kami telah menurunkannya dan dengan kebenaran kami telah turunkan." 
(Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 8). 
 
Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, "Ibadah haji ke Mekah tanpa haji ke Qadian 
adalah haji yang kering lagi hampa, karena haji ke Mekah sekarang tidak 
menjalankan misinya dan tidak menjalankan kewajibannya." (Badan Penelitian dan 
Pengembangan Agama Depag RI, 1985, hlm. 19--20). 
 
Kenabian menurut Ahmadiyah al-Qadiyan 
 
Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kebaniab masih terus berlanjut tanpa akhir 
dan terputus hingga hari kiamat. Ahmadiyah sangat tidak setuju dengan firman 
Allah SWT yang tercantum di dalam Alquran yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad 
saw. adalah penutup para nabi dan rasul. 
 
Ahmadiyah al-Qadiyan mengartikan lafaz khatam pada surah Al-Ahzab ayat 40 
sebagai "cincin", dan bukan "penutup. Maka, arti ayat tersebut menjadi "Namun 
Muhammad adalh cincin para nabi." Ini adalah arti yang menyimpang dari 
pemahaman yang benar, ditinjau dari segi apa pun. 
 
Ahmadiyah al-Qadiyan Membajak Alquran 
 
Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi yang ke-26 dan mengaku menerima 
wahyu dari Allah SWT telah memalsukan sejumlah ayat Alquran. Sedikitnya 
terdapat 339 ayat Alquran yang dipalsukan olehnya. Mirza Ghulam Ahmad 
memalsukan ayat-ayat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sajak-sajak 
buatannya, yang dikatakannya sebagai wahyu yang diturunkan dari Allah 
kepadanya, para pengikutnya juga tertipu dan meyakininya tanpa mengecek 
kebenarannya. Pemalsuan yang dilakukannya terhadap beberapa ayat Alquran tidak 
lain agar orang-orang mempercayainya. Dengan susunan yang sama seperti 
ayat-ayat Alquran (padahal isinya telah dibelokkan), orang yang masih bodoh 
dalam agama pasti mempercayainya. Ini adalah taktik pengelabuhan. 
 
Di antara ayat-ayat Alquran yang dipalsukan oleh Mirza Ghulam Ahmad adalah 
sebagai berikut. 
1. Surah Al-Baqarah: 11, 13, 20, 30, 35, 61, 106, 114, 120, 125, 214. 
2. Surah Ali Imran: 3, 31, 37, 55, 123, 139, 140, 179. 
3. Surah An-Nisa': 79, 82. 
4. Surah Al-Maidah: 20, 56, 83. 
5. Surah Al-An'am: 9, 14, 30, 34, 45, 55, 57, 91, 115, 135. 
6. Surah Al-a'raf: 37, 113, 177, 178. 
7. Surah Al-Anfal: 17, 30, 33, 36. 
8. Surah At-Taubah: 32 dan 36. 
9. Surah Yunus: 2 dan 16. 
10. Surah Hud: 35. 
11. Surah Yusuf: 39, 87, 91, 94, 97, 101. 
12. Surah Ar-Ra'd: 11 dan 114. 
13. Surah Al-Hijr: 95. 
14. Surah An-Nahl: 128. 
15. Surah Al-Isra': 1, 8, 36, 81, 96, 105, 110. 
16. Surah Al-Kahfi: 110. 
17. Surah Maryam: 34 dan 52. 
18. Surah Thaha: 1 dan 131. 
19. Surah Al-Ambiya': 3, 30, 36, 107. 
20. Surah Al-Haj: 27. 
21. Surah Al-Mu'minun: 27 dan 36. 
22. Surah An-Nuur: 20. 
23. Surah Asy-Syu'ara: 3, 222. 
24. Surah An-Naml: 10. 
25. Surah Al-Qashash: 6, 38. 
26. Surah Al-Ankabut: 1. 
27. Surah Al-Ahzab: 46. 
28. Surah saba': 10. 
29. Surah Yasin: 1, 3, 4, 6, 36, 58, 59, 83. 
30. Surah Az-Zumar: 36, 37. 
31. Surah Fush-Shilat: 31, 53. 
32. Surah Fath: 1, 2, 3, 10. 
33. Surah Adz-Dzariyat: 14. 
34. Surah At-Thuur: 48. 
35. Surah Al-Qamar: 44. 
36. Surah Ar-Rahman: 2, 26. 
37. Surah Al-Waqi'ah: 13, 79. 
38. Surah Shaf: 8. 
39. Surah Al-Qalam: 2. 
40. Surah Al-Muzammil: 15. 
41. Surah Al-Muddatsir: 25. 
42. Surah Al-Bayyinah: 1. 
43. Surah Az-Zilzalah: 1--3. 
44. Surah An-Nashr dan Al-Lahab: 1. (Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 70--108). 
 
Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, 
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc