PENIPU DAN PEMBOHONGGGG


Hari ini tepat dengan munculnya bulan yang belum genap purnama. Dimulai dengan terjadinya suatu kejadian dimana para murid di padepokan yang mana dikatakan mempunyai ilmu kanuragan yang mumpuni telah mendapatkan banyak pengalaman dalam berbagai macam seni bela diri. Karena satu dan lain hal untuk hari ini ada satu guru yang tidak mengajar, menurut riwayat dia lagi semedi alias bertapa disarangnya. Maka para murid sengang dan bahagia karena tidak mendapat tugas, karena biasanya para murid dibebani dengan pekerjaan yang berat,, biasa di Padepokan.

Dengan diiringi wajah yang berwibawa tiba saatnya datanglah mahaguru (untuk selanjutnya disebut MH) yang mana ini menurut para murid, beliau sangat disegani dan banyak yang takut kepadanya, dengar-dengar MH ini mempunyai ilmu kanuragan yang sangat tinggi. MH hanya beralaskan sepatu dan diriiringi sebuah tongkat ajaib konon katanya suaranya seperti suara halilintar di subuh menjalang pagi hari. MH pun mencokot seorang murid yang lagi keluar dari padepokan biasa lagi nyari minuman di kedai yang tidak jauh dari padepokan kira kira 3 meter. Maka terjadilah sebuah pertaruhan ilmu antara MH dan Muridnya… beginilah akhir ceritanya

Berhubung yang nulis ini ada disitu cepat-cepat pasang telinga dan pasang MP3 Player (mboh ngak paham apa itu) untuk mengcopy paste…

Untuk lebih jelas beginilah jalan ceritanya eh salah Dialognya
MH : kenapa saudara yang terhormat tidak menuntut ilmu
Mrd : maaf yang dipertuan agung untuk hari ini kita diliburkan
MH : oh !!!! gitu. Ehh tapi tunggu dulu kenapa yang lain masih tetap belajar???
MRd : oh yang mulia itu bukan belajar tapi membaca buku bacaan
MH : kalau gitu ngak apa-apa… ehhh tapi tunggu dulu kenapa yang dibaca sama semuanya…
Mrd : yaaaaaaaaaaaa. Karena sepakat aja guru.
MH : bagussss. Mudah-mudahan kalian semua bisa lulus dengan nilai yang bagus

Suatu hari abunawas kedapatan memanjat tembok untuk memetik sayuran didalamnya. Tapi alangkah baik nasibnya ternyata pak abunawas bersua dan berjumpa ria dengan yang empunya kebun, terjadilah dialog diantara keduanya.

Pak Kebun : Kenapa wahai saudara anda memasuki tempat saya ini
Abunawas : Ampun pak saya ini tertiup dibawah angin
Pak Kebun : Ohh !!! gitu. Tapi mengapa anda memegang sayuranku
Abunawas : Oh iya. Sory ini karena anginnya kencang dan saya memegang batang sayuran ini agar tidak terbang
Pak Kebun : Ohh !!! gitu. Eh tapi mengapa dimasukan dalam karung
Abunawas : Diam Seribu Bahasa

Cerita diatas memang banyak yang bisa kita ambil hikmahnya, bahwa pertama kita berbohong maka kita akan berbohong untuk kedua, ketiga, keempat…. Dannn seterusnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s