IKAPPMAT (Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Telutih Tehoru) Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda Jombang Jawa Timur 2013

Tepat pada tanggal 20 Oktober pengurus IKAPPMAT Cabang Jombang mendapat sebuah Amplop di Kantor Sekretariat IKAPPMAT  Jl. Adjisastrowidjoyo Klagen Kepuhkembeng Jombang Jawa Timur .dalam Amplop tersebut isinya undangan agar bias menampilkan Tarian atau sesuatu yang berbau kedaerahan khususnya dari daerah Maluku, Berhubung yang berada di Kabupaten Jombang kebanyakan adalah Mahasiswa, maka Ketua organisasi berinisiatif untuk mengumpulkan para anggotanya untuk  mengadakan Rapat dan Mungundang  Pembimbing dan Pelindung IKAPPMAT di jombang untuk berkosultasi ,hadir dalam konsultasi tersebut  Bpk. Yusuf Mualo, S.Pd. MM, Husain Yapono,  Bu Nadra Latuconsina dan Rizal Toyo bertindak sebagai  Pelindung dan Pembina.

Tari Cakalele

Tari Cakalele

Hasil dari pertemuan tersebut agar di bentuk panitia kecil guna mensukseskan acara Sumpah Pemuda yang akan diselenggarakan,   Saudara Hisyam Kumkelo sebagai Ketua IKAPPMAT ditunjuk sebagai coordinator di bantu dengan saudara Abdurrahman Welemuly, Sebagai pembaca Ikrar Sumpah Pemuda saudara Suaedi Hayoto,  Nyong Eli Latuconsina dan Marwan Tianotak sebagai Seksi Acara.

Acara yang disepakati adalah Menampilkan Tarian dari Maluku yaitu Tari Cakalele dan Koor Bersama dengan mambawakan lagu yang bertemakan Persatuan, maka dipilihlah lagu “Ale Rasa Beta Rasa” , sebagai Pelindung dan Pembina maka Bu Nadra latuconsina memberi usulan untuk menyewa  Pemain Orgen Profesional guna mendapatkan hasil yang maksimal, begitu juga dengan kostum yang akan di pakai pada penampilan nanti, pada mulanya pengurus IKAPPMAT  merasa keberatan karena terbentur biaya apabila menyewa  pemain orgen, tapi syukur Alhamdulillah Bu Nadra karena memberi usul dia yang menanggung semuanya  anggota IKAPPMAT hanya berkomitmen agar bisa menampilkan hasil yang maksimal. Maka dimulailah acara latihan untuk cakalele dilaksankan  pada sore hari jam 3 setelah sholat ashar malam hari setelah sholat Isya, untuk yang koor latihannya hanya malam hari karena berkaitan dengan jadwal Pengajar Orgen Bapak. Gatot Jombang.

Tema Silaturrahim dan Tabur Budaya Lintas Etnis

Tema Silaturrahim dan Tabur Budaya Lintas Etnis

Pembacaan Janji Sumpah Pemuda

Pembacaan Janji Sumpah Pemuda

Acara di bagi menjadi dua bagian yaitu pada malam 28 Oktober dan Hari sabtu Malam tanggal 3 November 2013. Panampilan pertama pada malam 28 Oktober adalah pembacaan ikrar Sumpah Pemuda yang dibawakan oleh saudara Suadi Hayoto dan para anggota yang menampilkan pembacaan puisi, penampilan seni tari, diskusi bersama, dan pembacaan ikrar sumpah pemuda.

Acara dilakuka dengan duduk lesehan memakai alas tikar dan syahdu karena kita bisa merasakan arti pentingnya sebuah persatuan, turut menghariri acara ini adalah  elemen organisai,  Pemuda, Ormas , lembaga swadaya , waria, media bahkan penyandang disabilitas turut memeriahkan acara malam sumpah pemuda tersebut.

Puncak acara sumpah pemuda adalah pada  hari sabtu malam tanggal 2 November 2013, dengan  tampil didepan Tamu Undangan di Gedung  Bung Tomo Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang , acara bertema “Silaturrahim  dan  Tabur Budaya Lintas Etnis”   sebagai pembuka acara adalah Bapak Bupati yang diwakili oleh Wakil Bupati Jombang Ibu. Munjidah Wahab. Turut hadir  para tamu undangan dari ormas, pemuda, etnis daerah mulai dari Bali, NTT, NTB Jawa, Minangkabau ,  Tionghoa dan Maluku.

Pada akhirnya sebagai penonton kami sangat puas dengan penampilan para utusan Daerah yang telah menunjukan kemampunnya ditengah keterbatasan yang ada.  Sebagai utusan Daerah masing-masing agar selalu memegang teguh prinsip prinsip persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.  Khususnya bagi IKAPPMAT terus berkarya  demi masa depan ketika kembali kedaerah masing-masing.

 Terima kasih buat para Anggota IKAPPMAT  (Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Telutih Tehoru) yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Update akan dating kami akan menurunkan Formasi  Pengurus IKAPPMAT Periode 2013-2016. (cain )

 Info Dokumnetasi Photo-photo dapat dilihat disini.

  • Vidio Kegiatan Sumpah Pemuda

Tari Cakalele

Koor Bersama : lagu Ale Rasa Beta Rasa

Penampilan Tarian dari Timur 1

Penampilan Tarian dari Timur2

Perkembangan Wilayah MALUKU TENGAH Sampai Tahun 2012

Pada Tahun 2004 diberlakukannya Otonomi Daerah yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 maka penyelenggaraan otonomi daerah memberikan pengaruh yang cukup luas dalam perkembangan Maluku Tengah, hal ini dapat dilihat dengan terjadi pemekaran pada beberapa wilayah di kabupaten Maluku Tengah diantaranya Wilayah Pulau Buru, Wilayah Seram Timur dan Wilayah Seram Barat. Sehingga Wilayah Kabupaten Maluku Tengah sejak tahun 2004 hanya meliputi Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda; akan tetapi luas wilayah di Kabupaten Maluku tengah masih merupakan yang terluas di Provinsi Maluku. Dari Periode 1994 sampai 2012 telah terjadi banyak perubahan dalam komposisi kecamatan di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah otonomi daerah yang merupakan indikasi pemekaran wilayah-wilayah sampai pada level kecamatan. Sampai Dengan Tahun 2012 terdapat 17 Kecamatan di Kabupaten Maluku tengah yang tersebar dibeberapa wilayah (Wilayah Seram Utara, Pulau Ambon, Pulau-pulau lease dan Pulau-pulau banda) antara lain :

1. Kecamatan Banda Ibukota Neira

2. Kecamatan Tehoru Ibukota Tehoru

3. Kecamatan Telutih Ibukota Laimu (Pemekaran dari Kecamatan Tehoru)

4. Kecamatan Amahai Ibukota Amahai

5. Kecamatan Kota Masohi Ibukota Masohi (Pemekaran dari Kecamatan Amahai)

6. Kecamatan Teluk Elpaputih Ibukota Masohi (Pemekaran dari Kecamatan Amahai)

7. Kecamatan Teon Nila Serua Ibukota Waipia

8. Kecamatan Saparua Ibukota Saparua

9. Kecamatan Nusalaut Ibukota Ameth (Pemekaran dari Kecamatan Saparua)

10. Kecamatan Pulau Haruku Ibukota Pelauw

11. Kecamatan Salahutu Ibukota Tulehu

12. Kecamatan Leihitu Ibukota Hila

13. Kecamatan Leihitu Barat Ibukota Alang

14. Kecamatan Seram Utara Ibukota Wahai

15. Kecamatan Seram Utara Barat Ibukota Pasanea (Pemekaran dari Kecamatan Seram Utara)

16. Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Ibukota Kobi (Pemekaran dari Kecamatan Seram Utara)

17. Kecamatan Seram Utara Timur Seti Ibukota Kobisonta (Pemekaran dari Kecamatan Seram Utara)

sumber : bps.go.id

Contoh Marga di Dearah Maluku

Ini merupakan contoh marga atau fam yang di gunakan di Maluku khususnya di Desa Laimu Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah

Marga/fam  mempunyai beberapa rumah atau keluarga yang lebih dari 3 keluarga

  • Hayoto
  • Kumkelo
  • Lamasano
  • Mualo
  • Soa
  • Tamamala
  • Tehuayo
  • Toyo
  • Wakano
  • Wattimena
  • Wattimuri
  • Welemuli
  • Yapono

Yang kurang dari dua Rumah atau keluarga yang berada di Desa Laimu

  • Almaskaty
  • Kohonusa
  • Marssabesy
  • Selano
  • Ulalatano
  • Walalohun

(NB): Silahkan di koreksi untuk tambahan informasi

Arti Marga atau Fam Bagi Masyarakat Maluku

Marga atau fam merupakan suatu istilah keluarga atau perkumpulan basudara anak cucu, dari satu nenek moyang, yang biasanya di sebut atau diletakkan di akhir suatu nama, sebagai contoh nama saya Husain marga saya Yapono maka akan di tulis di secara resmi adalah “Husain Yapono”, pemberian nama marga biasanya diberikan kepada anak di daerah Maluku khususnya bagi mereka yang telah mendiami Maluku beberapa lama, dalam bahasa lain mereka yang bukan pendatang dari luar Maluku, walaupun pemberian marga bukan hanya di Maluku saja, tetapi di daerah lain pun ada, seperti di Daerah Medan yang juga mempunyai marga yang banyak, dan mungkin istilahnya berbeda atau pemberian kepada anak tidak menurut bapak. Nama marga akan di berikan kepada seorang anak berdasarkan marga bapaknya, dan ini sudah menjadi kesepakatan sejak dulu, walaupun tidak secara tertulis tapi kedua pasangan atau keluarga secara langsung sudah menyetujuinya sejak dilakukan pernikahan diantara kedua keluarga atau suami dan istri, bagi orang Maluku asli pemberian marga merupakan suatu adat istiadat yang tidak bias ditinggalkan begitu saja, dan ini ternyata membawa dampak yang baik sekali terhadap terjadinya interaksi social diantara masyarakat malaku. Dengan mengetahui suatu marga tertentu sebagai orang Maluku akan mengetahui secara pasti bahwa dia orang Maluku, bahkan daerah atau agama yang di anut dari kebanyakan marga tersebut dapat di kenal , begitulah keunikan sebuah marga bagi masyarakat Maluku. Pemberian marga bagi anak adakalahnya mengikuti ibunya tapi ini hanya di sebagian daerah di Maluku, inipun amat jarang terjadi. Biasanya ini dilakukan karena ada pertimbangan khusus dari kedua keluarga dari suami atau istri.

Berikut ini Contoh nama Marga

Desa laimu Kec. Tehoru Kab Maluku Tengah (update : Laimu Kecamatan Telutih)

Desa Laimu  merupakan desa di kecamatan tehoru kabupaten Maluku Tengah, Desa ini pernah mendapat penghargaan dari pemerintah tahun 1982 karena desana paling teratur tata letaknya. Desa ini mempunyai 5000 Kepala Keluarga

Suku Asli: ALifuru + Pendatang.

Bahasa: Teluti (Poling hingga Haya)
Penduduk: 900KK (5000 jiwa)
Pemeritnahan: Adat (Raja dan Saneri Negeri + Sowa)

Mata Pencaharian : {Petani, Nelayan,
Sarana Pendidikan: SMA Negeri 3 Tehoru, MTs Al-Hilal, SMP, SDN, SD Inpres

Marga: Yapono, Wakano, Toyo, Hayoto, Mualo, Kumkelo, Soa, Wattimena, Wattimuri, Kohonusa, Lamasano, Tamamala, Welemuli, Walalohun, Souhoka, Marasabesi, Al-Maskati, dll.

Desa ini juga mempunyai sebuha Dusun yaitu Dusun Ampera, yang menurut cerita Dusun ini dibangun pada pemeritnahan Bapak Raja Bakri Yapono pada tahun 1974. Pemilik Dusun terbesar di sini adalah Marga Yapono, yaitu: Haji Yahya Yapono, Haji Siamaru Yapono dan Haji Abada Yapono. Kata Bapak Raja Bakri (Bakere), jika tiga orang ini telah setuju lahannya dibongkar untuk dibuatkan Dusun, maka yang lainnya akan setuju. Ketiga orang itu ketika itu kurang setuju, akan tetapi Raja Bakri menyatakan jika mereka tidak setuju maka mereka akan dipanggil ke Tehoru (ibukota kecamatan Teluti) untuk berhadapan dengan Camat (atau AW) ketika itu. Maka daripada berhadapan dengan AW yang bisa-bisa mereka dibui (dipenjara) lebih baik mengizinkan Bapak Bakri untuk mulai membangun dusun ini. Penulis ketika itu masih di kelas 4 SD, maka menyaksikan pembongkaran dusun-dusun tersbut. Kami kanak-kanak ketika itu berebut kelapa muda yang berjatuhan bersama pohon-pohon kelapa yang rubuh/tumbang karena ditebang oleh rakyat

more info

Just About Cluster 45 Maluku AIBEP

Tak terasa sudah mau memasuki bulan Ramadhan lagi, teringat tahun lalu, pas awal Ramadhan awal mula kumulai tugasku sebagai pendamping untuk program sekolah satu Atap (SATAP) pada Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP), ini merupakan pengalaman yang berharga karena aku dapat pulang kampung melihat sanak saudara, orang tua. tapi tugas dan amanah ini aku jalani sampai semua berakhir dengan baik walau disana sini masih banyak kekurangan.
kejadian yang paling mengesankan sewaktu ketempat tugas, untuk diketahui tugas yang diembankan kepada saya, ada 3 lokasi yaitu, di Desa Abubu Kec. Nusalaut Maluku Tengah, Desa TenbukDenwet Kei Kecil Timur dan Nerong Kec Kei Besar Selatan Maluku Tenggara.
Sewaktu mendapat ke Maluku Tenggara pertama datang bertepatan dengan Bulan Puasa, dan selama 5 hari di Kota Tual puasaku alhamdulillah jalan, tapi yang paling anehnya selama itupula tidak pernah sahur dan cuma makan mie intan.
masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara orangnya ramah, walau dalam hal wajah kelihatan Garang tapi itulah kelebihan masyarakat Maluku.
Mungkin ini dulu nanti disambung lagi

CERITA TUJUH NEGERI (Basudara Gandong)

Di negeri Seti (Seram Barat) ada seorang Kapitan jang dikenal dengan gelar Solemata.
Ia mempunjai 7 orang anak :6 orang laki2 dan 1 orang perempuan.
Pada satu saat 3 orang anaknja berangkat mentjari tempat tinggal mereka jang baru, mereka bertiga memilih 3 buah negeri di pulau Ambon, jaitu: Tial, Tulehu dan Asilulu. Tak lama kemudian ke empat saudara jang lain itu ,memutuskan untuk berpindah dari negeri mereka ke tempat jang lain djuga. dari Seti mereka turun ke DIHIL, kemudian ke KUALA air Kaba. dari sana mereka menruskan perdjalanan ke Laimu. Mereka belum lagi merasa puas ,mereka masih ingin berpindah lebih jauh lagi mengarungi laut Lopas.
Oleh sebab itu mereka menjuruh saudara perempuan mereka jang bongso untuk tinggal sadja di Laimu.Setelah perdjandjian dibuat ,ketiga orang itu berangkat meninggalkan adik mereka dengan menumpang perahu kora2.
Dalam perdjalanan mereka terpaksa berpisah lagi, jaitu saudara laki2 jang bongso singgah di Sila (Nusalaut). kini hanja tinggal dua orang sadja.Mereka menruskan perdjalanan dan singgah sebentar di labuan Soino(Tounusa).Diwaktu mereka membuka perbakalan mereka untuk makan ,ternjata tinggal hanja 2 bungkus papeda,oleh sebab itu mereka memutuskan untuk tinggal di situ ,karena sudah tak ada perbakalan untuk melandjutkan perdjalanan selandjutnja.
Mereka diterima baik oleh radja ,dan anak buahnja di gunung,tetapi mereka tidak tinggal bersama2 di gunung .Untuk menegang nasib mereka ,tempat jang mereka diami itu diberi nama PAPEO atau PAPERU,jang artinja :PAPEDA..
Sedjak nama itu diberikan hingga kini Negeri kami biasa disebut Paperu, nantinja pada waktu diadakan Upatjara Adat Negeri barulah dipergunakan nama jang pertama diberikan ,jaitu : TOUNUSA.
kedua oran Kaka Beradik itu tidak tinggal bersama.Saudara jang sulung(Maelissa) tinggal di negeri dan jang lain memilih daerah sekitar Totu sampai Tiouw sekarang.tetapi berhubung keadaan tanahnja kurang baik, maka ia pindah ke HULALIU.
sampai disni dolo,

Trims Buat Gandong
Mr. Jacob Sahureka di Nederland
atas kiriman naskahnya sehingga bisa diterbitkan

ini Pesan Mr. J Sahureka buat basudara samua
satu : jang beta harap dari katong samua jaitu djangan lupa bahasa katong :
Tahu bahasa tahu bangsa(sedjarah), tahu bangsa tahu bahasa (sedjarah)
sekian sampai djumpa di lain waktu ,dimana tertulis di Namifroelietasa
amato!